terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Putin Masih Bungkam, Politikus-Media Rusia 'Rayakan' Debat Panas Trump-Zelensky - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Putin Masih Bungkam, Politikus-Media Rusia 'Rayakan' Debat Panas Trump-Zelensky
Mar 2nd 2025, 13:05, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS

Pertemuan Trump dan Putin. Foto: REUTERS/Carlos Barria
Pertemuan Trump dan Putin. Foto: REUTERS/Carlos Barria

Moskow bergembira usai pertemuan panas antara Volodymyr Zelensky dan Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (28/2). Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin memilih diam, para pejabat, politikus, dan media Rusia justru bersorak.

Mantan presiden sekaligus wakil kepala dewan keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut kejadian itu sebagai "tamparan keras di Ruang Oval".

Ia menuding Zelensky memperpanjang perang dan mendesak penghentian bantuan militer ke Ukraina.

Wakil Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. Foto: Alexey NIKOLSKY/Sputnik/AFP
Wakil Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. Foto: Alexey NIKOLSKY/Sputnik/AFP

"Kemarin malam menggarisbawahi bahwa era baru keburukan telah dimulai," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock, mengomentari ketegangan di Gedung Putih yang mengkhawatirkan para sekutu Eropa Kiev, seperti diberitakan Guardian.

Sebelum bentrokan, Moskow sempat cemas dengan sikap Trump yang tampak melunak terhadap Ukraina.

Namun, kekhawatiran itu sirna saat Zelensky menghadapi adu mulut dengan Trump dan Wakil Presiden JD Vance.

"Bagaimana Trump dan Vance menahan diri untuk tidak memukulnya adalah keajaiban pengendalian diri," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, di Telegram.

Putin di Balik Layar

Pertemuan Donald Trump dan Vladimir Putin di Helinski Foto: REUTERS/Leonhard Foeger
Pertemuan Donald Trump dan Vladimir Putin di Helinski Foto: REUTERS/Leonhard Foeger

Putin belum mengomentari kejadian itu, tetapi sumber yang mengetahui strategi Kremlin menyebut ia menyaksikan peristiwa ini dengan puas.

"Putin tidak perlu banyak bicara sekarang. Ia tahu bahwa ini adalah kemenangan yang lebih besar daripada pertempuran mana pun sejak perang dimulai," ujar sumber tersebut.

Di Moskow, para analis memperkirakan Putin akan segera menghubungi Trump untuk meyakinkannya bahwa Zelensky bukan mitra yang dapat diajak bernegosiasi. Wacana itu sudah mulai bergema di Washington dan Moskow.

"Gedung Putih sekarang akan mulai mengamati lebih dekat kandidat lain untuk pemimpin Ukraina," tulis anggota parlemen Rusia, Alexey Pushkov, di Telegram.

Perubahan kepemimpinan di Kiev memang menjadi ambisi lama Putin.

Di platform Telegram, bloger pro-Kremlin ramai-ramai mencela Zelensky, menyebutnya "sombong dan tidak tahu berterima kasih".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan pertemuan kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan pertemuan kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP

Bagi lingkaran dalam Kremlin, bentrokan Trump-Zelensky menandai perubahan besar dalam hubungan AS-Rusia.

"Zelensky meremehkan perubahan yang terjadi di politik Amerika setelah Trump kembali berkuasa," kata penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Fyodor Lukyanov.

Lukyanov menyoroti pernyataan Trump yang menegaskan dirinya bukan pendukung Ukraina, melainkan mediator.

"Ini perubahan mendasar," katanya.

Namun, beberapa pengamat di Moskow memperingatkan agar Rusia tidak buru-buru menyatakan kemenangan.

"Trump tidak dapat diprediksi. Moskow dan Washington masih punya perbedaan besar dalam melihat penyelesaian konflik," kata peneliti di lembaga think tank yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Rusia, Anton Grishanov.

Meski begitu, bentrokan di Ruang Oval telah melemahkan posisi Zelensky dan memberi Rusia keuntungan diplomatik.

Di tengah ketidakpastian bantuan AS, Moskow bersiap memperkuat tekanannya ke Ukraina.

"Perang terus berlanjut," pungkas Lukyanov.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: