terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Film Pengepungan Di Bukit Duri Jadi Terapi Buat Morgan Oey, Ini Alasannya - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Film Pengepungan Di Bukit Duri Jadi Terapi Buat Morgan Oey, Ini Alasannya
Mar 6th 2025, 17:00, by DN Mustika Sari, kumparanHITS

Pemeran film Pengepungan di Bukit Duri Morgan Oey berpose saat berkunjung ke kumparan di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Pemeran film Pengepungan di Bukit Duri Morgan Oey berpose saat berkunjung ke kumparan di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Morgan Oey baru saja terlibat dalam film berjudul Pengepungan Di Bukit Duri. Mengambil latar waktu tahun 2027, film tersebut berkisah tentang kondisi Indonesia yang tengah bergejolak.

Kekerasan yang diwarnai isu diskriminasi rasial juga dibicarakan di film tersebut. Morgan selaku salah satu pemeran mengaku merasakan generational trauma dari adanya diskriminasi rasial yang pernah terjadi di negara ini.

Morgan lantas memberikan pujian untuk sutradara Joko Anwar yang mau mengangkat isu tersebut lewat film bergenre action-thriller itu.

Endy Arfian, Omara Esteglhal, Hana Malasan, Morgan Oey, Satine Zaneta, Shindy Huang, dalam dalam Roundtable Interview film Pengepungan Di Bukit Duri, kantor Come and See Pictures, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025).  Foto: Giovanni/kumparan
Endy Arfian, Omara Esteglhal, Hana Malasan, Morgan Oey, Satine Zaneta, Shindy Huang, dalam dalam Roundtable Interview film Pengepungan Di Bukit Duri, kantor Come and See Pictures, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025). Foto: Giovanni/kumparan

"Negara aja gak pernah acknowledge, lewat peran ini, gue merasa ini proses terapi kami. Apa yang pernah kami rasakan di dulu, somehow agak sedikit relief," kata Morgan Oey di kantor Come and See Pictures, Cipete, Jakarta Selatan.

Morgan tak menampik bahwa dirinya sempat terpicu saat memainkan perannya di film itu. Apalagi persoalan di film ini sangat tabu untuk dibahas di lingkungan keluarganya.

"Ke-trigger iya. Biar bagaimanapun itu suatu perasaan yang mungkin tidak asing, tapi asing, kita gak pernah acknowledge ini sebelumnya," kata Morgan.

"Dari aku, sebagai aktor punya pintu masuk dan keluar untuk jaga mentalitas kita. Apalagi dapat peran menantang," tambahnya.

Kendati demikian, Morgan menganggap keterlibatannya di film itu sebagai bentuk terapi dari generational trauma yang dia rasakan selama ini. Dia berharap film tersebut bisa jadi bahan diskusi menuju masa depan yang lebih baik.

"Semua orang tahu, pernah ada kejadian itu, kerugian banyak orang, ini film jadi bahan refleksi, jadi contoh, kalau gak berubah, akan seperti ini," tandasnya.

Pengepungan di Bukit Duri berlatar tahun 2027, ketika situasi di Indonesia tengah bergejolak. Kondisi masyarakat berada di ambang kehancuran akibat diskriminasi dan kebencian rasial.

Di tengah kekacauan tersebut, muncul Edwin (Morgan Oey), seorang guru pengganti di SMA Duri, sekolah khusus bagi siswa-siswi bermasalah.

Situasi semakin rumit ketika Edwin harus berjuang untuk bertahan hidup saat sekolah tempatnya mengajar tiba-tiba berubah menjadi arena pertarungan hidup dan mati.

Film ini dibintangi Morgan Oey, Hana Malasan, Omara Esteghlal, Fatih Unru, Endy Arfian, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Fariz Fadjar, Florian Rutters, Farandika, Raihan Khan, dan Sandy Pradana. Film Pengepungan di Bukit Duri dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 April 2025.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: