terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Danantara: Harapan dan Tantangan Sovereign Wealth Fund Indonesia - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Danantara: Harapan dan Tantangan Sovereign Wealth Fund Indonesia
Mar 6th 2025, 15:59, by Abdul Latif, kumparanBISNIS

Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Shutterstock

Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana kekayaan negara telah menjadi harapan bagi banyak negara untuk menstabilkan ekonomi dan memastikan kesejahteraan generasi mendatang.

SWF sendiri merupakan entitas investasi yang dimiliki oleh negara, dengan tujuan mengelola surplus pendapatan, terutama dari sumber daya alam, untuk diinvestasikan kembali guna menciptakan stabilitas ekonomi dan menjaga kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Sejarah SWF dimulai sejak tahun 1950, dan hingga 2012, terdapat sekitar 50 SWF di dunia. Namun, sejak 2012 hingga sekarang, jumlahnya semakin bertambah, terutama di kawasan Timur Tengah dan Asia.

Awalnya, SWF banyak dibentuk oleh negara-negara yang mengalami booming minyak, sebagai upaya untuk melindungi perekonomian mereka dari fluktuasi harga minyak.

Direktur Visi Integritas, Sely Martini menilai SWF memiliki peran penting dalam diversifikasi ekonomi dan stabilitas finansial.

"Harapannya, SWF dapat mengurangi ketergantungan pada komoditas tunggal seperti minyak, serta menginvestasikan surplus pendapatan dari sumber daya alam ke dalam berbagai sektor," ujarnya dalam acara media briefing bertajuk 'Danantara: SWF, BUMN atau Sapi Perah Baru?' secara virtual, Kamis (6/3).

Selain itu, SWF juga diharapkan dapat menciptakan keadilan antargenerasi, di mana sumber daya alam yang ada saat ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Shutterstock

Norwegia menjadi contoh sukses dalam pengelolaan SWF melalui Norway Government Pension Fund Global, yang merupakan SWF terbesar di dunia. SWF Norwegia tidak hanya berhasil menstabilkan perekonomian negara, tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat merasakan manfaat dari sumber daya alam yang ada saat ini.

Meskipun return investasinya terkadang kecil, bahkan minus, SWF Norwegia tetap fokus pada investasi jangka panjang, termasuk di sektor energi terbarukan dan real estate.

Di Asia, China dan Abu Dhabi juga memiliki SWF yang besar dan berperan penting dalam stabilitas ekonomi mereka. Sementara itu, Indonesia, melalui Danantara, mulai memasuki radar global sebagai salah satu SWF terbesar, meskipun masih tergolong baru.

Menurut SWF Institute, Danantara saat ini berada di peringkat delapan besar dunia, bahkan di atas Qatar.

Namun, tantangan besar yang dihadapi Danantara adalah perbedaan sumber dana. Jika SWF pada umumnya dibiayai dari surplus pendapatan sumber daya alam, Danantara justru mengambil dana dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan efektivitas Danantara dalam mencapai tujuannya.

Kantor Danatara. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Kantor Danatara. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

"Apakah mimpi-mimpi SWF ini bisa tercipta dengan kondisi Danantara yang mengambil dana dari BUMN? Apakah ini memungkinkan?" tanya Sely Martini.

Wanita yang pernah menjadi bagian dari Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menekankan bahwa faktor governance atau tata kelola menjadi kunci utama dalam kesuksesan SWF.

Tanpa tata kelola yang baik, harapan untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan generasi mendatang melalui SWF akan sulit tercapai.

Selain itu, Sely juga menyoroti pengalaman negara-negara Afrika yang mengalami booming sumber daya alam, seperti berlian, minyak, dan gas. Meskipun banyak negara Afrika berharap dapat meniru kesuksesan Norwegia, faktanya tidak ada satupun negara Afrika yang berhasil mencapai level tersebut.

Menurut Ismail Akeh dalam jurnal Energy Research and Social Science, hal ini disebabkan oleh masalah tata kelola yang buruk.

Dalam konteks Indonesia, Danantara diharapkan tidak hanya menjadi dana cadangan untuk menstabilkan ekonomi saat harga sumber daya alam turun, tetapi juga menjadi endowment untuk generasi mendatang dan membiayai pembangunan sektor-sektor tertentu.

Namun, tantangan dalam pengelolaan dana dan tata kelola yang baik tetap menjadi kunci utama untuk mewujudkan harapan tersebut.

Dengan demikian, Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi SWF yang sukses, asalkan dapat mengatasi tantangan dalam tata kelola dan sumber dana.

Keberhasilan Danantara tidak hanya akan membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: