terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Masih Buron, Pria yang Bunuh Ibunya di Semarang Dikenal Suka Marah-marah - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Masih Buron, Pria yang Bunuh Ibunya di Semarang Dikenal Suka Marah-marah
Feb 19th 2025, 14:57, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Rumah lokasi pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Semarang.  Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Rumah lokasi pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Pria yang membunuh ibu kandungnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Imam Ghozali (37), ternyata dikenal sebagai sosok yang keras dan temperamen. Sebelum membunuh ibunya, pelaku bahkan mencoba membunuh sang ayah.

Ayah pelaku sekaligus suami korban, Moh Ghozali (65), mengatakan sang anak memang kerap mengamuk dan marah-marah apabila permintaannya tak dituruti.

"Anaknya memang adigung, kemaki. Memang suka marah-marah, mengamuk. Sebelum peristiwa ini malah saya yang mau dibunuh, sudah sempat menodongkan sajam ke saya tapi saya tangkis," ujar Ghozali di lokasi, Selasa (19/2).

Saat peristiwa itu, Ghozali mengaku sedang tidak di rumah. Ia pun kaget ketika dikabari sang istri dianiaya secara sadis oleh anak sulungnya itu.

"Saya kaget sekali, waktu itu cuma berdua sama ibunya di rumah. Karena memang yang tinggal di sini saya, Imam dan ibunya. Adik-adiknya sudah nikah semua," jelas dia.

Ia menyebut, belakangan ini pelaku memang kerap ribut soal rumah warisan. Kepada korban dan dirinya, pelaku meminta agar rumah yang mereka tinggali diserahkan ke pelaku.

"Kerjanya cuma minta uang, pengangguran. Terakhir-terakhir lagi minta rumah ini buat dijual tapi nggak dibolehin," ungkap dia.

Moh Ghozali tampak geram saat menceritakan sosok anaknya itu. Bahkan, ia sempat meminta anaknya itu dihakimi massa saja alih-alih ditangkap polisi. Menurutnya, hukuman penjara tidak cukup untuk menebus dosanya.

"Saya pengennya kalau ketangkap di-massa saja, nggak usah dihukum, dipidana karena percuma," tegas Ghozali.

Rumah lokasi pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Semarang.  Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Rumah lokasi pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Sementara itu, Ketua RT setempat Rohmat Widodi menyebut, pelaku dan korban sering terlibat cekcok. Di lingkungan rumahnya, pelaku dikenal sebagai anak yang berandal dan kasar.

"Sering saya lerai kalau cekcok sama keluarganya. Memang anaknya kemaki (songong)," kata Rohmat.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di Gunungsari RT 10 RW 9, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari Kota Semarang pada Selasa (18/2) sekitar pukul 23.15 WIB.

Korban, Salamah (62) ditemukan warga di depan rumahnya dalam kondisi bersimbah darah. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: