terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Komdigi Sasar Digital Talent Scholarship di Wilayah Papua: Bangun Pusat AI - my blog
Menkomdigi Meutya Hafid menjawab pertanyaan wartawan di BPPTIK Komdigi Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/2). Doc Alya Zahra/kumparan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tetap berkomitmen untuk melanjutkan pelatihan program Digital Talent Scholarship (DTS) di tengah efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sejumlah kementerian atau lembaga.
Rencananya, pelatihan digital talent ini juga akan menyasar wilayah Papua, khususnya Jayapura. Termasuk membangun pusat pelatihan AI.
"Jadi mudah-mudahan dalam sebulan dua bulan ke depan untuk AI Excellence Center agar juga nanti ada pelatihan-pelatihan digital talent di Papua itu khususnya di Jayapura bisa kita resmikan dalam beberapa waktu ke depan," kata Menkomdigi Meutya Hafid di BPPTIK Cikarang, Jawa Barat, Rabu (19/2).
Saat ini, Meutya menyebutkan ada sekitar lebih dari 654 ribu talenta digital yang mendapatkan bantuan beasiswa dan pelatihan.
"Kementerian Komdigi telah menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship atau DTS bekerja sama dengan berbagai mitra. Hingga saat ini untuk Kemkomdigi itu ada 654 ribu talenta digital lebih," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Komdigi Boni Pudjianto memastikan pelaksanaan program DTS tetap akan berlangsung walaupun diadakan secara online.
Dia mengatakan, pelatihan secara online juga pernah dilakukan selama pandemi COVID-19. Jadi bukan hal yang baru lagi.
"Berpengaruh [oleh efisiensi]. Tadi offline, tapi sekarang semua online. Jadi secara number tetap gak berubah. Hanya kita convert ke online," tutur Boni di lokasi yang sama.
"Kita push. Kayak zaman pada saat kita COVID-19 kan kita juga. Jadi kita juga harusnya sekarang lebih memahami cara dan metodologi secara online," imbuh dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar