terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Menkes: 2,8 Juta Orang Harus Rutin Donor demi Kebutuhan 5,6 Juta Kantong Darah - my blog
Dec 9th 2024, 10:57, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Palang Merah Indonesia (PMI) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih usai Acara Munas PMI ke-22, di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2024). Foto: Tim Humas PMI
Indonesia membutuhkan setidaknya 5,6 juta kantong darah tiap tahun. Untuk itu Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh pihak bekerja sama, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).
Hal itu disampaikan Menkes dalam acara acara pembukaan Munas Ke-22 PMI, di Hotel Grand Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (9/12).
"Setiap tahun saya sebagai orang kesehatan itu membutuhkan 5,6 juta kantong darah. Kalau satu orang donor bisa nyumbang 2-3 juta kantong darah setahun, artinya kita butuh, antara 1,8 juta - 2,8 juta donor yang setiap tahun tidak pernah berhenti mendonor," jelas Menkes.
1,8 juta - 2,8 juta pendonor harus mendonorkan darahnya antara 2-3 kali setahun, untuk bisa mendapatkan 5,6 juta kantong darah," kata Menkes.
Menkes tak yakin ini bisa dicapai tanpa kerja sama. Menurutnya, peran PMI begitu besar.
"Dan saya sendiri tidak yakin pemerintah mampu sendiri sama seperti vaksinasi Covid, tidak mungkin pemerintah mampu melakukan ke 200 juta warga Indonesia sendiri dalam waktu yang pendek," ujar Menkes.
"Untuk bisa memobilisasi mengajak memastikan minimal 2,8 juta donor setiap tahun minimal 2 kali, itulah kita sangat membutuhkan Palang Merah Indonesia," imbuh dia.
Ketua PMI perioden 2019-2024 Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Munas ke-22 PMI, di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2024). Foto: Alya Zahra/Kumparan
Menkes mengungkapkan, ini adalah pekerjaan besar dan pekerjaan kemanusiaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri.
"Ini harus dilakukan bersama sama komponen bangsa, tidak mungkin pemerintah eksklusif, pemerintah harus inklusif, tidak mungkin pemerintah buat ini sebagai program pemerintah. Tapi harus membangun sebagai gerakan," katanya.
"Semua komponen bangsa Indonesia bisa menggunakan modal sosial yang luar biasa sebagai bangsa demi kemaslahatan bersama karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi semua," tutup Menkes.
Wakil Presiden ke-10 dan 12, yang juga Ketum PMI Jusuf Kalla di Munas XXII PMI di Jakarta. Foto: Dok. PMI
Jusuf Kalla Menguat Pimpin PMI Lagi
Dalam Munas ini, nama Jusuf Kalla menguat untuk memimpin PMI lagi. Dengan demikian, JK akan memimpin PMI untuk periode keempat kalinya.
Dalam Munas PMI ini juga sempat mencuat isu politik uang. Juga ada isu intervensi oleh Menkes.
Politikus Golkar Agung Laksono yang maju sebagai kandidat Ketum PMI, menepis isu Menkes Budi Gunadi Sadikin ikut campur dalam kontestasi ketua umum PMI.
"Bapak Menkes sudah mampu mengelola instansinya dengan baik, jadi sama sekali tidak ada yang disebut dia ikut terlibat dalam persoalan kontestasi ketua umum PMI ini. Jadi, saya bantah pernyataan itu," ujar Agung dikutip dari Antara, 6 Desember 2024.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar