terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Dewas Sebut Pimpinan KPK Bernyali Kecil dalam Berantas Korupsi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dewas Sebut Pimpinan KPK Bernyali Kecil dalam Berantas Korupsi
Dec 12th 2024, 15:27, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Syamsuddin Haris. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Syamsuddin Haris. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menyebut nyali pimpinan lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi kecil. Hal tersebut ia sampaikan dalam evaluasi kinerja lembaganya yang sudah bekerja selama lima tahun terakhir.

Haris mengatakan, pada tahun 2020-2023, ada 10 rekomendasi yang diberikan oleh Dewas kepada pimpinan KPK. Paling banyak diberikan pada 2020 yakni sebanyak 4; 2021 sebanyak 3, 2022 sebanyak 2; dan 2023 sebanyak 1 rekomendasi.

Adapun unsur penilaian rekomendasinya yakni soal integritas, akuntabilitas, kerja sama, hingga kepemimpinan. Salah satu poinnya soal pimpinan KPK yang bernyali kecil dalam memberantas korupsi.

"Mungkin ya, kalau kita gunakan bahasa apakah Pimpinan KPK itu ada atau memiliki nyali, mungkin ada tapi nyalinya masih kecil. Ke depan itu dibutuhkan pimpinan yang memiliki nyali besar dalam pemberantasan korupsi," ucap Haris dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (12/12).

Adapun dalam kesimpulan evaluasi pimpinan, secara umum pimpinan KPK Jilid V ini dinilai telah berupaya secara maksimal mengoptimalkan kinerja dan kepemimpinan dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Dari hasil evaluasi, Pimpinan KPK dinilai belum menunjukkan perilaku yang akuntabel, profesional, dan berintegritas.

"Perilaku pimpinan, tadi sudah dikemukakan oleh ibu albertina, bahwa dalam penilaian Dewas, Pimpinan KPK belum dapat memberikan teladan khususnya mengenai integritas. Ini terbukti dari tiga Pimpinan KPK Jilid sekarang yang kena etik dan Anda semua sudah tahu siapa saja," kata dia.

Adapun tiga pimpinan KPK yang terkena etik yakni Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

"Kemudian juga dalam penilaian kami di Dewas selama 5 tahun ini pimpinan belum menunjukkan konsistensi dalam menegakkan kolegialitas dan sinergitas. Hal ini bisa dilihat misalnya muncul secara publik misalnya statement Pimpinan A mengenai suatu kasus kok bisa beda dengan statement Pimpinan B mengenai kasus yang sama. Ini Dewas tentu sangat menyesalinya," ucapnya.

"Kemudian pimpinan belum berhasil membangun kerja sama yang baik secara internal maupun eksternal. Kemudian juga belum terlihat kemampuan dalam memimpin, mengendalikan, mensinergikan sumberdaya dan ketegasan dalam mengambil keputusan," pungkasnya.

Pimpinan KPK saat ini yakni: Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, Johanis Tanak, dan Alexander Marwata.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: