terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
IBC Belum Pegang 5 Persen Saham Pabrik Baterai LG-Hyundai, Ini Kendalanya - my blog
Feb 17th 2025, 15:20, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Pekerja berjalan di dekat kontainer yang berisi kemasan sel baterai di pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power usai diresmikan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
PT Indonesia Battery Corporation (IBC) mengungkapkan kendala proses kepemilikan saham 5 persen PT Hyundai LG Indonesia (HLI Green Power Indonesia), yang memiliki pabrik baterai mobil listrik pertama di Indonesia. Pabrik itu sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Direktur Utama IBC, Toto Nugroho, menjelaskan IBC sedari awal sudah memiliki peluang untuk ikut dalam proyek PT HLI Green Power yang dinamai Project Omega tersebut, dan berhak memegang saham 5 persen.
PT HLI Green Power merupakan perusahaan joint venture (JV) antara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution (LGES), dan IBC. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan antara Kementerian Investasi/BKPM dan Konsorsium Hyundai, LGES, dan IBC pada 28 Juli 2021.
"Kami di awal itu sebenarnya sudah melakukan MoU dan juga HOA dengan mereka, untuk commitment kita bisa masuk 5 persen," ungkap Toto saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (17/2).
Toto mengungkapkan hingga kini proses eksekusi kepemilikan saham IBC di proyek baterai mobil listrik tersebut tidak kunjung rampung. Saat ini masih dalam proses negosiasi dan due dilligence.
IBC sudah 4 kali menyampaikan surat permintaan daya untuk keperluan due dilligence dalam rangka kepemilikan saham 5 persen selama periode Agustus 2022-Juni 2023. Namun, baik pihak Hyundai Group maupun LGES belum memberikan respons.
"Kendala terutama, kenapa kami belum bisa eksekusi ini, jadi dari sisi LGES-nya sendiri, dokumen-dokumen yang kita perlukan untuk valuasi dari perusahaan ini kami tidak diberikan secara utuh dari mereka, sehingga kami tidak bisa melakukan masuk ke 5 persen kita di Omega ini," jelas Toto.
Pekerja berjalan di dekat kontainer yang berisi kemasan sel baterai di pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power usai diresmikan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Pabrik mobil listrik pertama di Indonesia milik PT HLI Green Power sudah diresmikan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (3/7/2024) lalu.
Pabrik ini menempati lahan seluas 330 ribu meter persegi di kawasan industri Karawang New Industry City (KNIC), Jawa Barat. Proses pembangunannya memakan waktu kurang dari tiga tahun sejak groundbreaking pertamanya pada September 2021 silam.
Mega proyek ini menelan biaya investasi USD 3,2 miliar, yang merupakan bagian dari investasi ekosistem baterai listrik terintegrasi dengan total nilai USD 9,8 miliar.
Pada fase pertama, PT HLI menyerap investasi USD 1,1 miliar dan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 gigawatt/hour (GWh), terdiri dari 32,6 juta sel baterai yang dapat menghasilkan kurang lebih 150.000 kendaraan listrik. Pada fase kedua, diharapkan tahun 2025, PT HLI berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 20 GWh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar