terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Beri Dukungan untuk Sukatani, .Feast: Kami Kecam Pembungkaman Ekspresi Kesenian - my blog
Feb 21st 2025, 13:30, by Andrian Gilang Khrisnanda, kumparanHITS
Band punk asal Purbalingga, Sukatani. Foto: isntagram/@sukatani.band
Grup musik .Feast beri dukungan untukband punk asal Purbalingga, Sukatani. Hal itu terlihat dari unggahan di akun Instagram mereka.
.Feast mengunggah video penampilan mereka di suatu acara saat membawakan lagu Kami Belum Tentu. Saat membawakan lagu itu, .Feast menampilkan visual Indonesia Gelap, Peringatan Darurat, dan 1312.
Band .Feast rilis album Membangun & Menghancurkan. Foto: Dok: Istimewa
.Feast Beri Dukungan untuk Sukatani
Menampilkan visual angka 1312 merupakan cara .Feast beri dukungan untuk bandSukatani. Angka 1312 ramai digunakan warganet di media sosial X usai Sukatani mengumumkan permintaan maafnya ke institusi kepolisian dan menarik lagu mereka berjudul Bayar Bayar Bayar dari semua platform musik digital.
Angka 1312 dipakai warganet dalam berbagai unggahan bersamaan penggunaan tagar #kamibersamasukatani.
"Kami mengecam semua pembungkaman ekspresi kesenian. Panjang umur teman-teman yang terus bersuara dan melawan ✊🏼" tulis .Feast.
Band Sukatani, yang beranggotakan Muhammad Syifa Al Ufti atau Electroguy (gitaris) dan Novi Chitra Indriyaki atau Twistter Angels (vokalis), mengungkapkan alasan menarik lagu Bayar Bayar Bayar.
Lirik lagu itu diasumsikan mengandung kritik keras terhadap kinerja institusi kepolisian Polri. Personel Sukatani menyampaikan permintaan maaf kepada Polri dan menarik lagu itu dari berbagai digital streaming platform.
Dalam pernyataannya, Sukatani menegaskan bahwa lagu dibuat bagi oknum polisi yang melanggar aturan, bukan untuk institusi Polri secara keseluruhan.
"Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan," kata personel Sukatani di Instagram, Kamis (20/2).
Karo Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dijumpai di Mabes Polri, Jumat (29/11). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Pihak kepolisian memberikan tanggapan mengenai band Sukatani yang ramai dibicarakan publik setelah meminta maaf dan menarik lagu Bayar Bayar Bayar yang diduga berisikan kritik ke polisi.
Publik pun menduga-duga. Ada yang mengaitkan hal ini dengan dugaan intimidasi dan lain sebagainya. Polri membantah mengenai soal isu tersebut dan menyatakan bahwa Polri tidak antikritik.
"Komitmen dan konsistensi, Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern, yaitu Polri tidak antikritik," kata Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (20/2).
Menurut Trunoyudo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah sosok yang juga tak antikritik. "Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kerap menegaskan hal tersebut kepada seluruh jajaran," ucapnya.
Begitulah cara .Feast beri dukungan untuk band Sukatani. Bagaimana menurut kalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar