terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Sebanyak 202 ribu warga Ogan Ilir tidak dapat memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) karena kepesertaan mereka ditangguhkan sementara oleh BPJS Kesehatan. Hal ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir belum memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, peserta JKN-KIS yang iurannya bersumber dari APBD terpaksa membayar biaya pengobatan secara mandiri ketika membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Selatan, Trisnawarman, membenarkan permasalahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peserta JKN-KIS di Ogan Ilir harus membayar biaya pengobatan secara mandiri hingga PKS antara Pemkab Ogan Ilir dan BPJS Kesehatan diperbarui. "Iya, untuk sementara ini sebelum ada PKS, peserta JKN-KIS yang ditangguhkan harus berobat mandiri dulu," ujar Trisnawarman, Jumat (3/1). Namun, ia memastikan bahwa untuk kasus darurat, bantuan melalui BPJS Kesehatan tetap dapat diberikan. Trisnawarman juga menjelaskan bahwa kasus di Ogan Ilir berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Di Empat Lawang, penangguhan kepesertaan JKN-KIS disebabkan oleh tunggakan pembayaran oleh pemkab setempat. "Di Ogan Ilir karena masalah PKS yang belum diperpanjang. Sementara di Empat Lawang, pemkab menunggak pembayaran iuran," terangnya. Trisnawarman optimis bahwa kepesertaan JKN-KIS di Ogan Ilir akan segera diaktifkan kembali setelah perjanjian kerja sama diselesaikan. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. Permasalahan ini menjadi perhatian serius, mengingat program JKN-KIS adalah salah satu wujud kehadiran negara dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Jan 4th 2025, 18:30, by Katondio B Wedya, kumparanSPORT
Megawati Hangestri Pertiwi bersama Red Sparks di musim 2024. Foto: kovo.co.kr
Megawati Hangestri Pertiwi terus bersinar bersama Red Sparks di musim 2024/25. Megawati berharap banyak pevoli Indonesia yang bisa mengikuti jejaknya abroad termasuk ke Korea Selatan (Korsel).
Megawati telah menunjukkan pendarnya sejak musim lalu. Wanita asal Jember itu juga tetap menjadi andalan Red Sparks di musim ini dan kerap meraih poin terbanyak di sejumlah laga. Ia bahkan terpilih sebagai MVP putaran ketiga Liga Voli Korsel.
Megawati mengharapkan prestasinya bisa menjadi jembatan bagi koleganya. Ia berharap semakin banyak pevoli Indonesia yang berbicara banyak di Korsel.
"Saya berterima kasih kepada banyak orang karena saya pikir saya telah membangun jembatan yang baik untuk mereka [pevoli Indonesia]," kata Megawati dikutip dari News1.
Megawati Hangestri Pertiwi bersama Red Sparks di musim 2024. Foto: kovo.co.kr
"Saya berharap pemain [Indonesia] lainnya dapat memiliki pengalaman yang sama di Korsel. Saya berharap mereka akan menantang diri mereka sendiri tanpa rasa takut," tambahnya.
Kembali bicara soal pencapaiannya saat ini, Megawati sebenarnya tak menyangka bisa viral karena pencapaiannya di Korsel. Ia bahagia karena bisa dikenal banyak orang karena prestasinya.
"Ketika pertama kali datang ke Korsel, saya tidak pernah menyangka akan setenar ini [di Indonesia]," ucap Megawati.
"Saya bisa sampai di sini karena saya fokus pada bola voli. Saya sangat bahagia sekarang," tandasnya.