terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Bocah Gila Game, Habiskan Rp12,5 Juta Untuk Game Online

INGGRIS - Bagi anda para penggemar permainan game online di Facebook mungkin mengetahui permainan FarmVille. Permainan virtual yang mengharuskan pemainnya mengembangkan ladang yang dimilikinya.


Permainan ini memberikan uang koin virtual untuk pemain baru untuk mengembangkan ladangnya, tapi bagi mereka yang ingin cepat mengembangkan ladangnya dapat membeli koin tambahan dengan menggunakan uang asli pastinya.


Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun itu menghabiskan sekira 900 poundsterling atau sekira Rp12,5 juta untuk mengembangkan lahan pertaniannya di permainan virtual itu. Ia menghabiskan 625 poundsterling dengan menggunakan kartu kredit milik ibunya, serta 288 poundsterling menggunakan tabungan pribadinya.



Foto: venturebeat.com


Ibunya pun menghubungi HSBC, bank yang telah mengeluarkan kartunya melaporkan kejadian itu. Tapi sayangnya pihak bank hanya akan mengembalikan uang itu apabila sang ibu melaporkan kejadian itu kepada kepolisian dan membawa bukti laporan.


Sang bocah pun terlihat sangat syok setelah mengetahui jumlah yang telah ia keluarkan, ia tampaknya tahu apa yang telah ia lakukan.

'Ketika aku tanya kenapa ia melakukan hal itu, dia hanya bilang, mereka memberikan barang bagus yang ia inginkan,' ujar sang ibu. Seperti dilansir web.orange.co.uk, Senin (12/4/2010).


Ia tidak menyalahkan pihak Facebook, Zynga yang menjadi pembuat game, atau HSBC atas kejadian itu.

Tapi ia mengatakan, 'Saya rasa mereka harus menanggung tanggung jawab dalam menjalankan bisnis ini, serta harus menggunakan sistem agar kejadian seperti ini tak terulang lagi,' ujarnya.

Tidak ada komentar: