PT Digital Network Aestetik (DNA) mengajukan gugatan hukum terhadap Awakening Music, label Inggris yang menaungi artis seperti Maher Zain, Raef, dan Harris J.
DNA menilai Awakening Music melakukan serangkaian pelanggaran etika, ketidakprofesionalan, dan pengingkaran komitmen kerja sama yang telah terjalin selama lebih dari 14 tahun.
Permasalahan dua pihak ini bermula pada tahun 2023, ketika Awakening Music meminta Maher Zain tampil dalam 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo, pada 7 Februari 2023.
DNA segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk panitia pusat acara 100 Tahun NU, Nezar Patria (saat itu Deputi Menteri Komunikasi dan Digital), Ketua Umum PBNU, dan pimpinan NU lainnya. Saat itu pihak NU menyambut gembira gelaran konser Maher Zain.
Namun, menjelang hari H, Awakening Music secara mendadak menyatakan bahwa Maher tidak dapat hadir karena sakit. Pihak Awakening Music tidak memberikan video atau foto untuk memvalidasi kondisi Maher.
Maher Zain Foto: Instagram @maherzainofficial
Akibatnya, pihak DNA kesulitan memberikan penjelasan kepada panitia dan publik.
Fakta mengejutkan terungkap setelahnya. Pada 8 Februari 2023, sehari setelah acara NU, Maher Zain aktif di Instagram dalam kondisi sehat, mengajak masyarakat membantu korban gempa Turki.
Kemunculan Maher Zain dalam kondisi sehat ini menimbulkan kecurigaan dari berbagai pihak terhadap DNA. DNA dituduh menyampaikan informasi yang tidak benar kepada panitia dan merasa kehilangan kepercayaan dari mitra.
Poster konser Silaturahmi Maher Zain. Foto: Dok. SoundRhythm.
Untuk memulihkan nama baiknya, DNA sempat berencana membuat konser di bulan Agustus 2024. Namun, rencana itu lagi-lagi gagal karena EO dan Investor dinilai tidak profesional.
Setelah mendapat investor pengganti, Awakening dinilai kembali tidak memberikan kepastian jadwal konser pada 2025.
DNA berupaya mencari solusi dan menjalin komunikasi dengan Awakening Music dan Sharif Banna, termasuk permintaan bertemu di Istanbul untuk meminta jadwal Konser Maher Zain pada 2025, sebagai pengganti konser Agustus 2024.
Namun Awakening tanpa alasan yang jelas memboikot DNA dengan tidak membalas puluhan pesan dari DNA.
Maher Zein Gelar Konser di Indonesia pada 28 Juni
Kekecewaan DNA semakin terasa ketika Awakening mendatangkan Maher Zein ke Indonesia di Acara BSI pada 28 Juni 2025 di JHCC. Konser itu digelar tanpa ada informasi, komunikasi atau surat pemutusan kerja sama dengan DNA yang telah mengibarkan nama Maher Zein di Indonesia sejak tahun 2011.
Dengan mempertimbangkan reputasi dan tanggung jawab profesional, DNA secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Awakening Music di pengadilan.
Perwakilan DNA menegaskan bahwa keputusan menggugat Awakening Music bukanlah keputusan yang mudah. Ini bentuk tanggung jawab DNA terhadap integritas profesi, syiar Islam, dan etika kerja.
"DNA sangat menyayangkan bahwa label yang selama ini mengusung nilai Islam justru tidak mencerminkan prinsip etika dalam tindakannya. DNA berkomitmen untuk terus menjaga kredibilitas industri hiburan Islami yang bermartabat dan profesional," kata perwakilan DNA, dalam keterangan resminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar