Rusia mengakui kekuasaan Taliban di Afghanistan. Itu terpampang dari diterimanya surat kepercayaan Duta Besar Afghanistan untuk Rusia pada Kamis (3/7).
"Kami percaya bahwa tindakan pengakuan resmi terhadap pemerintah Imarah Islam Afghanistan akan memberikan dorongan bagi pengembangan kerja sama bilateral yang produktif antara negara kita di berbagai bidang," ucap Kemlu Rusia seperti dikutip dari Al-Jazeera.
Dengan pernyataan dari Kemlu Rusia, kini Negeri Beruang Merah itu menjadi negara pertama di dunia yang mengakui pemerintahan Taliban.
Tentara Taliban berjaga-jaga pada upacara peringatan kedua pengambilalihan Kabul oleh Taliban di Kabul, Afghanistan, Selasa (15/8/2023). Foto: Ali Khara/Reuters
Taliban menyambut baik kebijakan Rusia. Mereka menyebut Rusia sebagai negara pemberani dan harus dicontoh negara lain.
"Tindakan berani ini akan menjadi contoh bagi negara-negara lainnya," kata Menlu Afghanistan Amir Khan Muttaqi usai melakukan pertemuan dengan Dubes Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov.
"Saat ini proses pengakuan sudah dimulai. Rusia berada di depan semua orang," sambung dia.
Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus 2022. Saat bersamaan tentara AS yang mendukung pemerintahan Afghanistan menarik diri dari sana.
Rusia menyebut penarikan mundur pasukan AS sebagai kegagalan misi pasukan Washington di sana. Rusia kemudian memulai proses pengakuan terhadap kekuasaan Taliban sejak itu.
Menurut Pemerintah Rusia, Afghanistan di bawah Taliban adalah mitra ekonomi potensial dan sekutu memberantas terorisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar