Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan saat upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan hasil Operasi Pekat 2025 yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Dalam operasi ini, polisi menangkap lebih dari 13 ribu pelaku premanisme.
"Polri juga melaksanakan Operasi Pekat 2025 di seluruh Indonesia, khususnya pada wilayah industri, sehingga berhasil mengamankan 13.438 pelaku premanisme," kata Listyo saat menyampaikan sambutan dalam HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7).
Ia menjelaskan dari jumlah tersebut, sebanyak 3.382 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan sisanya diserahkan ke Dinas Sosial setempat.
Sejumlah tersangka aksi premanisme meliputi kasus pencurian, pemerasan, pengancaman, hingga penganiayaan, dihadirkan dalam konferensi pers Operasi Pekat Lodaya 2 2025 di Mapolresta Bandung, Senin (12/5/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
"Ada pun 3.382 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 10.056 orang lainnya dibina dengan melibatkan dinas sosial," ujarnya.
Listyo juga mengeklaim operasi ini mendapat respons positif dari masyarakat.
"Berdasarkan survei Indikator, 67 persen masyarakat puas terhadap operasi ini," tambahnya.
Personel Korps Brimob Polri mengikuti apel siaga anti premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (9/5/2025). Foto: Fauzan/Antara Foto
HUT ke-79 Bhayangkara dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menjadi Inspektur Upacara dalam acara tersebut.
Selain itu turut hadir Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan sejumlah Kepala Staf Angkatan.
Beberapa tokoh nasional juga hadir dalam perayaan tersebut, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, dan Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar