terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Fraksi PKB ke Fadli Zon: Muslimat NU dan Aisyiyah Merasa Perempuan Disepelekan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Fraksi PKB ke Fadli Zon: Muslimat NU dan Aisyiyah Merasa Perempuan Disepelekan
Jul 2nd 2025, 13:14 by kumparanNEWS

Suasana Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Suasana Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, menyebut kaum perempuan di badan NU dan Muhammadiyah merasa perempuan disepelekan.

Hal ini ia sampaikan saat rapat kerja bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (2/7). Pada rapat ini, sejumlah anggota mencecar Fadli imbas pernyataannya yang mempertanyakan kebenaran peristiwa pemerkosaan massal saat kerusuhan Mei '98.

"Nah, selama reses kemarin saya berkunjung kepada beberapa organisasi-organisasi perempuan. Sangat keras mereka, ya Muslimat, Fatayat, Aisyiyah dan sebagainya, dalam diskusi-diskusi, kaum perempuan merasa keprihatinan yang dirasakan oleh mereka seakan-akan seperti disepelekan," ucap Syarief.

"Nah, itu (pemerkosaan massal) menjadi pembicaraan sentral di organisasi-organisasi perempuan," tambahnya.

Ia pun sepakat dengan Anggota Komisi X dari PDIP, Mercy Christie Barends yang meminta Fadli Zon untuk meminta maaf kepada kaum perempuan.

"Dan saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bu Mercy. Nampaknya perlu ada satu kata-kata yang bisa memberikan kesejukan kepada perempuan Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, Fadli mengatakan, pemerkosaan memang terjadi saat kerusuhan, tetapi belum ada bukti sejarah yang menjelaskan pemerkosaan itu terjadi secara massal.

"Pemerkosaan saya yakin terjadi. Kekerasan seksual waktu itu (kerusuhan Mei 1998) terjadi seperti penjelasan saya terjadi, tetapi massal itu sistematis," ujar Fadli Zon kepada wartawan, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6).

"(Contoh) tentara Serbia kepada (perempuan) Bosnia seperti peristiwa itu. Namanya massal, ada sistematik, terstruktur, dan masif. Nah sekarang ada gak (buktinya di Indonesia). Kalau ada buktinya, tidak pernah ada," tambah politikus Gerindra ini.

Fadli menegaskan, peristiwa pemerkosaan massal yang terjadi saat kerusuhan 1998 perlu berlandaskan fakta hukum dan kajian secara ilmiah. Namun, nyatanya belum ada bukti investigasi dari kepolisian tentang pemerkosaan massal.

"Jadi, itu harus ada fakta-fakta hukum, ada akademik jadi ada siapa korbannya, di mana tempatnya, mana kejadiannya. Itu kan harus ada mana laporan waktu itu kan polisi kan menginvestigasi, harus ada datanya kan," ungkap doktor Ilmu Sejarah dari Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) ini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: