terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
DPR Terima Surpres Calon Dubes RI untuk Negara Sahabat dan PBB - my blog
Suasana Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Sidang IV Tahun 2024-2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (1/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
DPR telah menerima surat presiden (surpres) terkait pengajuan nama calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat dan organisasi internasional (PBB).
Hal ini dibacakan Ketua DPR RI Puan Maharani saat rapat paripurna, Kamis (3/7).
"Pimpinan Dewan telah menerima surat dari Presiden RI nomor R3 tanggal 1 Juli 2025 hal permohonan pertimbangan bagi calon Duta Besar LBPRI untuk negara sahabat dan organisasi internasional," kata Puan dalam rapat.
Puan pun langsung menugaskan Komisi I untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada seluruh calon dubes secara rahasia.
"Rapat paripurna DPR tersebut menugaskan komisi terkait untuk membahasnya secara rahasia," kata Puan.
"Hasil pembahasan komisi terkait dilaporkan kepada pimpinan DPR dan pimpinan DPR menyampaikan hasil pembahasan komisi terkait kepada Presiden secara rahasia berkenaan dengan itu kami meminta persetujuan rapat paripurna untuk menugaskan Komisi 1 untuk membahas surat Presiden tersebut, apakah dapat disetujui?," sambungnya yang disetujui oleh seluruh peserta rapat.
Sesuai mekanisme yang berlaku, DPR melalui Komisi I akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon duta besar sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Setelah uji kelayakan rampung dan disetujui DPR, Presiden akan melanjutkan proses penetapan dan pelantikan duta besar tersebut.
Posisi duta besar yang sempat disinggung anggota Komisi I adalah Amerika Serikat, Jerman, hingga Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB.
Posisi strategis seperti Dubes AS telah kosong selama hampir 2 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar