terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Dalam 24 Jam Trump Tunggu Jawaban Hamas soal Gencatan Senjata - my blog
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri pertemuan puncak NATO di Den Haag, Belanda, Rabu (25/6/2025). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan tengah menunggu jawaban dari Hamas terkait gencatan senjata dengan Israel dalam 24 jam ke depan. Jika disetujui, Trump menilai gencatan senjata akan menjadi awal untuk solusi mengakhiri perang Israel-Palestina yang diusulkannya dalam Perjanjian Abraham.
Mengutip Reuters (4/7), Trump mengatakan Israel telah menyepakati syarat-syarat dari usulan gencatan senjata 60 hari dengan Hamas yang di dalamnya meminta kedua pihak untuk bekerja sama mengakhiri perang.
"Kita lihat apa yang terjadi, kita akan mengetahuinya dalam 24 jam ke depan," jawab Trump ketika ditanya apakah sudah mengantongi jawaban dari Hamas.
Sumber Reuters yang dekat dengan Hamas sendiri menyebutkan masih mencari jaminan bahwa proposal gencatan senjata baru yang didukung AS ini akan mengarah pada berakhirnya serbuan Israel di Gaza.
Perjanjian Abraham
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan masuk bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setibanya di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (4/2/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Perjanjian Abraham merupakan kesepakatan normalisasi hubungan Israel-Palestina yang dinegosiasikan AS dengan Israel dan beberapa negara Teluk, seperti Arab Saudi. Perjanjian itu diusulkan Trump saat masa jabatan pertamanya.
Trump menyinggung kembali soal perjanjian ini saat dirinya bertemu Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman di Gedung Putih pada Kamis (3/7). Keduanya membahas perluasan dari perjanjian itu.
"Itu salah satu hal yang kami bicarakan. Saya pikir banyak orang akan bergabung dengan kesepakatan Abraham," tuturnya.
Pertemuan dengan pejabat Saudi itu berlangsung sepekan sebelum kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington, di mana Trump dijadwalkan bertemu dengannya untuk membahas perkembangan di Gaza dan potensi perluasan Perjanjian Abraham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar