terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Bakal Kena Tarif 10 Persen, PM Australia Masih Terus Lobi Trump - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bakal Kena Tarif 10 Persen, PM Australia Masih Terus Lobi Trump
Jul 4th 2025, 14:23 by kumparanBISNIS

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bereaksi saat tiba di pangkalan udara militer Halim Perdanakusuma di Jakarta, Rabu (14/5/2025). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bereaksi saat tiba di pangkalan udara militer Halim Perdanakusuma di Jakarta, Rabu (14/5/2025). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan negaranya kemungkinan besar tetap dikenakan tarif 10 persen atas seluruh ekspor ke Amerika Serikat.

Meski begitu, pemerintah Australia akan terus melobi agar bisa mendapatkan pengecualian. Masa jeda 90 hari atas tarif resiprokal dari AS akan berakhir awal pekan depan, tepatnya 9 Juli.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan mengirim surat ke negara-negara mitra dagang terkait besaran tarif yang akan diberlakukan atas produk impor dari negara tersebut ke AS.

Rencananya Trump bakal mengenakan tarif mulai 10-70 persen ke negara-negara mitra.

Saat ditanya soal nasib tarif ekspor Australia pasca-9 Juli dalam sebuah acara di Sydney, Albanese menjawab "Saya kira ya, itu akan tetap berlaku [10 persen]," katanya mengutip Reuters, Jumat (4/7).

Ia menambahkan, tenggat tarif 9 Juli dari AS tidak akan berdampak besar bagi Australia.

"Tidak ada negara yang mendapat tarif lebih baik dari 10 persen. Kami akan terus menyampaikan posisi kami sebagaimana biasanya."

Pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan antara Albanese dan Trump di sela KTT G7 bulan lalu batal terlaksana karena Trump meninggalkan pertemuan lebih awal akibat ketegangan antara Israel dan Iran.

Pemerintah Australia masih berupaya mengatur pertemuan dengan Trump. Albanese menyatakan masih ada banyak kesempatan bertemu dalam berbagai forum hingga akhir tahun ini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: