Menko Pangan Zulkifli Hasan bersiap mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Rencana impor 3.000 ton jagung untuk industri belum disetujui. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan rencana impor tersebut belum disetujui dalam Rapat Neraca Komoditas Pangan 2025 yang diadakan pada Jumat (16/5).
"Tadi ada usulan dari Kementerian Perindustrian untuk jagung industri. Tapi kita belum setujui karena sekarang lagi panen raya. Nggak banyak ya, mungkin (rencananya) 3.000 ton, sedikit," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (16/5).
Anggota kelompok tani Tegal Rejo memetik jagung saat memanen jagung bersama di kawasan Mugirejo, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Zulhas menyatakan rencana impor ini belum diputuskan, mengingat harga jagung dalam negeri belum mencapai harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu di Rp 5.500 per kilogram. Pemerintah juga saat ini tengah berupaya maksimal agar HPP jagung dapat mencapai harga tersebut.
"(Untuk) impor jagung walaupun sedikit untuk industri yang kita belum bisa bikin, kita tidak bolehkan dulu karena sekarang lagi panen raya," tutur Zulhas.
Ia juga menyoroti persoalan utama juga berada pada keterbatasan kapasitas gudang, khususnya saat musim panen raya jagung berlangsung. "Beras kita sekarang 3,7 juta ton. Habis gudang-gudang. Jadi jagung lagi panen raya juga kan? Nah ini problemnya ada di gudang," terangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar