Suasana pemberian bantuan sosial (Bansos) oleh Kemensos di Kepulauan Selayar. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada penurunan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) per April 2025 menjadi Rp 43,6 triliun. Sementara sepanjang Januari-April 2024, realisasi bansos capai Rp 55,5 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan penyebab penurunan realisasi bansos per April 2025 ini adalah pemadanan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Belanja bantuan sosial kita telah dibelanjakan Rp 43,6 triliun. Ini kalau kita bandingkan dengan tahun lalu terjadi, kelihatannya seperti penurunan disebabkan karena beberapa program sedang melakukan pemadanan, validasi, menyesuaikan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional," kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (23/5).
Dalam paparan Suahasil dijelaskan per April 2025, realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) juga menurun dari Rp 10,5 triliun sepanjang Januari-April 2024 jadi Rp 7,3 triliun pada periode yang sama tahun ini.
"Jumlah penerimanya tetap, tapi kemungkinan besar ini akan mati mulai diajarkan pada bulan Mei dan juga Juni," imbuh Suahasil.
Kemudian Program Indonesia Pintar (PIP) terjadi penurunan dari Rp 5,9 triliun sepanjang Januari-April 2024 menjadi Rp 1,5 triliun pada periode yang sama tahun ini. Suahasil menyebut ini termasuk tengah pemadanan dengan DTSEN. Serupa dengan PIP, Kartu Sembako juga masih dalam proses penyesuaian dengan DTSEN.
Sepanjang Januari-April 2024 realisasi anggaran untuk Kartu Sembako Rp 16,5 triliun untuk 18,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan pada Januari-April 2025, realisasi anggaran untuk Kartu Sembako Rp 10,9 triliun untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Kalau kita melakukan validasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, tujuannya adalah untuk memastikan ketepatan sasaran dari belanja perlindungan sosial kita," jelasnya.
Sementara untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), baik jumlah maupun realisasi anggaran Januari-April 2024 dan 2025 terpantau sama, yaitu Rp 15,4 triliun untuk 96,8 juta peserta.
"Begitu juga yang KPI Kuliah juga sudah berjalan dengan on track. Tahun 2025 ini disalurkan untuk 798.000 mahasiswa lebih, senilai Rp 7,4 triliun," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar