Ilustrasi meja pengadilan. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, menyoroti gaya hidup hakim. Dia menekankan kepada jajarannya agar tidak menampilkan gaya hidup yang hedon.
Hal itu disampaikan Sunarto saat memberikan pengarahan kepada hakim pengadilan negeri dan pengadilan tinggi di Jakarta pada Jumat (23/5).
Mulanya Sunarto menyinggung soal penyebab korupsi. Menurutnya, salah satu pemicu aksi korupsi adalah keinginan. Ketidaksesuaian antara gaji dengan keinginan gaya hidup mewah terkadang menjadi penyebab korupsi.
"Tidak malu, gajinya Rp 27 juta, Rp 23 juta, pakai LV, pakai Bally, Pakai Porsche, enggak malu?" kata Sunarto di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Ketua Mahkamah Agung terpilih periode 2024-2029 Sunarto setelah terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung di Media center Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (16/10/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
"Orang akan melihat gajinya segitu pakai LV, LV berapa? Sepatu Bally berapa? Rp 30 (juta). Arlojinya Rp 1 M. Kok enggak malu gitu lho?" tambahnya.
Sunarto mengaku heran dengan perilaku hakim yang masih nekat menunjukkan gaya hedon. Padahal, seharusnya mereka takut.
"Ya, kalau enggak malu atau tidak takut sama Tuhan, minimal takut sama wartawan. Difoto arlojinya Rp 1 M, apa enggak malu Saudara gajinya segitu? Kecuali dapat warisan," ungkapnya.
Oleh karenanya, Sunarto mengajak kepada para hakim untuk mencegah terjadinya korupsi hanya karena ingin memenuhi hasrat bergaya hidup mewah.
"Korupsi karena kebutuhan ini menjadi tantangan kita bersama. Ayo kita selesaikan," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar