Presiden Indonesia Prabowo Subianto bereaksi saat berbicara dengan Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian Indonesia, pada pertemuan ekonomi dengan topik "Memperkuat Ketahanan Perekonomian Nasional" di Jakarta, Indonesia, 8 April 2025. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Badan Pusat Statistik (BPS) mendadak ubah jadwal rilis data neraca perdagangan, yang mencakup kegiatan ekspor dan impor, menjadi setiap awal bulan, dari sebelumnya pada pertengahan bulan. BPS semestinya pada hari ini, Kamis (15/5), pukul 11.00 WIB, mengumumkan data ekspor-impor Indonesia.
Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan BPS selalu melaporkan data statistik Indonesia tanpa diintervensi pemerintah.
"Kalau BPS selalu independen melaporkan statistik. Jadi tidak ada kita kekhawatiran," katanya singkat saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/5).
Sebelumnya Biro Humas dan Hukum BPS baru menginformasikan bahwa terdapat perubahan jadwal neraca perdagangan menjadi setiap awal bulan pada Kamis tadi pagi.
"Dalam rangka meningkatkan kualitas data, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka tetap perkembangan Ekspor Impor di setiap awal bulan. Sebagai bentuk komitmen BPS untuk menghadirkan data yang berkualitas, BPS tidak lagi merilis Angka Sementara perkembangan ekspor impor yang biasanya dikeluarkan setiap tengah bulan," demikian pernyataan BPS.
Meski demikian, BPS belum memberikan alasan perubahan jadwal tersebut. Sehingga nantinya setiap awal bulan, BPS akan mengumumkan data inflasi, pariwisata, nilai tukar petani, dan neraca perdagangan.
Rilis data ekspor-impor akan delay sebulan. Data neraca perdagangan di bulan April 2025 baru akan diumumkan 2 Juni 2025 dan data neraca perdagangan Mei 2025 baru akan diumumkan 1 Juli 2025, begitu juga seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar