Tim SAR Medan saat mengevakuasi jasad staf Kejari Simalungun, Raynanda Ginting dan Muhammad Safari Siregar yang hanyut di Sungai Asahan, Sumut, Jumat (4/7/2025). Foto: SAR Medan
Jasad warga bernama Muhammad Safari Siregar (41) yang ikut hanyut bersama staf Kejari Simalungun, Reynanda Ginting, ditemukan tewas hari ini, Jumat (4/7) sekitar pukul 11.40 WIB.
Keduanya sebelumnya hanyut saat mengejar seorang kades yang diduga terlibat kasus korupsi.
"Setelah upaya pencarian yang melibatkan penyisiran dan penyusuran aliran sungai, korban berhasil ditemukan dalam kondisi mengapung tidak jauh dari muara sungai," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika.
"Upaya pencarian dilakukan sejak Rabu (2/7) sesaat setelah laporan diterima mengenai dua orang orang terseret arus deras," sambungnya.
Sebelumnya, jasad REynanda sudah ditemukan lebih dulu pada Kamis (3/7). Calon jaksa ini ditemukan sekitar 2 km dari lokasi kejadian.
"Telah ditemukan, kita sangat berduka atas kejadian ini," kata Kasi Penkum Kejati Sumut Adre Ginting pada Kamis (3/7).
Meski begitu, Adre belum merinci kronologi lengkap kejadian hingga kasus yang menjerat kades yang dikejar itu.
Kejar Kades yang Loncat ke Sungai
Berdasarkan data yang kirimkan oleh SAR Medan, kejadian bermula pada Rabu (2/7) sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu, personel Kejari Simalungun memintai keterangan Kades Banjar Hulu inisial K di wilayah Kabupaten Asahan.
Namun, saat diberikan berita acara pemeriksaan (BAP), K pun melompat ke sebuah sungai di Kabupaten Asahan. Reynanda berupaya mengejar dan ikut melompat. Nahas, ia terbawa arus sungai.
Safari yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan. Namun, korban juga ikut terseret hingga tewas.
Informasi yang dikumpulkan, K terjerat dugaan korupsi dana desa dan telah berstatus tersangka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar