Trump Setuju Tarif Impor Vietnam Dipangkas 20%, Tapi Ekspor Barang AS Bebas Bea - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Trump Setuju Tarif Impor Vietnam Dipangkas 20%, Tapi Ekspor Barang AS Bebas Bea
Jul 4th 2025, 08:53 by kumparanBISNIS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump naik ke pesawat usai pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Noi Bai di Hanoi, Vietnam Foto: REUTERS / Leah Millis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump naik ke pesawat usai pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Noi Bai di Hanoi, Vietnam Foto: REUTERS / Leah Millis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan dagang penting dengan Vietnam. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu (2/7), Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan perjanjian dagang ketiga yang berhasil dicapai pemerintahannya sebelum batas waktu 9 Juli.

"Saya baru saja membuat Perjanjian Dagang dengan Vietnam," tulis Trump.

Melansir CNN pada Jumat (4/7), Trump menjelaskan AS akan memberlakukan tarif sebesar 20 persen terhadap ekspor Vietnam ke AS. Tarif ini dua kali lipat dari tarif minimum yang sebelumnya dikenakan AS terhadap barang-barang dari Vietnam dan mayoritas negara lain.

Selain itu, Trump juga mengumumkan tarif khusus sebesar 40 persen terhadap praktik transshipping, yaitu ketika negara lain menjual produk mereka melalui Vietnam agar bisa masuk ke pasar AS.

"Jika negara lain menjual konten mereka melalui produk yang diekspor oleh Vietnam ke kami, mereka akan dikenakan tarif sebesar 40%," ujar Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam unggahannya di platform X.

Namun, dalam kesepakatan yang diumumkan sepihak oleh Trump tersebut, Vietnam disebut memberikan konsesi besar kepada AS.

Para peserta yang memegang bendera komunis berbaris dalam parade yang menandai peringatan 50 tahun jatuhnya Saigon dan berakhirnya Perang Vietnam di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu (30/4/2025). Foto: Manan VATSYAYANA/AFP
Para peserta yang memegang bendera komunis berbaris dalam parade yang menandai peringatan 50 tahun jatuhnya Saigon dan berakhirnya Perang Vietnam di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu (30/4/2025). Foto: Manan VATSYAYANA/AFP

"Sebagai balasannya, Vietnam akan melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, memberikan Amerika Serikat akses total ke pasar perdagangan mereka," tulis Trump.

"Dengan kata lain, mereka akan 'membuka pasar mereka untuk Amerika Serikat,' yang berarti bahwa, kami akan dapat menjual produk kami ke Vietnam dengan tarif nol," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum jelas apakah kesepakatan tersebut telah dirampungkan secara resmi atau masih dalam tahap pembahasan. Tidak ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai rincian kesepakatan itu, dan Kedutaan Besar AS di Vietnam belum memberikan komentar.

Sementara itu, media pemerintah Vietnam, Việt Nam News, melaporkan bahwa Presiden Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Tô Lâm, telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Trump pada Rabu (2/7).

Percakapan tersebut disebut sebagai bagian dari penyusunan kerangka kerja kesepakatan. Dalam diskusi itu, Lâm juga meminta agar AS segera mengakui Vietnam sebagai ekonomi pasar dan mencabut pembatasan ekspor teknologi tinggi.

Kesepakatan ini diumumkan di tengah ketidakpastian iklim perdagangan global. Pemerintah Trump sebelumnya telah menetapkan jeda 90 hari atas kebijakan tarif timbal balik yang akan berakhir pada 9 Juli.

Jika tidak tercapai kesepakatan, tarif impor bisa melonjak hingga 50 persen dan memicu gejolak ekonomi serta pasar global.

Jika kebijakan tarif yang diumumkan Trump pada April diberlakukan sepenuhnya, bea masuk untuk barang-barang asal Vietnam bisa naik hingga minimum 46 persen, salah satu yang tertinggi dalam sejarah kebijakan perdagangannya.

Sejauh ini, belum ada publikasi resmi dari Gedung Putih terkait kesepakatan dagang dengan Vietnam yang diumumkan Trump.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar