terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Titiek Soeharto Minta Beras Impor Menumpuk di Gudang Bulog Segera Disalurkan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Titiek Soeharto Minta Beras Impor Menumpuk di Gudang Bulog Segera Disalurkan
Jul 2nd 2025, 14:06 by kumparanBISNIS

Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) di Kompleks Parlemen, Selasa (22/4/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) di Kompleks Parlemen, Selasa (22/4/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, meminta stok beras impor Bulog tidak terlalu lama menumpuk sehingga harus segera disalurkan kepada masyarakat, terutama beras hasil pengadaan dari impor tahun lalu.

Saat Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hari ini, Rabu (2/7), Titiek menanyakan berapa banyak stok beras impor yang masih tersedia di gudang Bulog.

Hal ini menyusul kabar bahwa setidaknya terdapat 300.000 ton beras impor dicap rusak karena sudah berbulan-bulan disimpan di gudang. Bulog mengeklaim beras tersebut sudah dirawat sesuai dengan prosedur.

"Saya rasa tidak aman ya Pak Menteri. Karena kalau beras itu sudah terlalu lama disimpan di gudang. Itu kami lihat sendiri sudah ada kutu-nya. Walaupun kutu bukan kutu hitam, kutu putih. Tapi tetap saja itu bukan beras yang fresh gitu ya, terlalu lama disimpan," ungkap Titiek saat Raker, Rabu (2/7).

Titiek pun meminta Mentan dan Bulog segera menindaklanjuti atau menyalurkan beras yang sudah disimpan hampir setahun lamanya tersebut kepada masyarakat.

"Kalau impor masuknya bulan 10 (Oktober 2024), berarti sudah 10 bulan ada di gudang. Lebih dari 10 bulan mungkin sampai setahun. Itu saya rasa harus segera diambil tindakan untuk diapakan beras ini," tegasnya.

Meski demikian, dia meminta Mentan memastikan terlebih dahulu kualitas beras yang akan disalurkan sebagai bantuan pangan. Adapun pemerintah kembali mengadakan bantuan 10 kilogram beras kepada 18,3 juta penerima selama Juni-Juli 2025.

Dua pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Palebon, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Dua pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Palebon, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

"Apakah kalau kita kasih bantuan juga dengan beras yang kurang bagus kualitasnya, yang sudah ada kutu dan sebagainya. Itu kan tidak baik. Saya rasa apalagi dengan sekarang hasil panen yang bagus. Ini yang lama-lama ini segeralah dikeluarkan, dibagikan," kata Titiek.

Sementara itu, Amran menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengecek kualitas beras impor tahun 2024 dan dalam kondisi aman, namun dia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab Bulog.

"Legalitasnya itu tanggung jawab Bulog, tetapi kami ikut karena kami diminta Bapak Presiden mengawal. Untuk ini masih relatif aman karena pengadaannya pada umumnya di 2024, ada sebagian kemarin dikeluarkan yang 2023," kata Amran.

Stok awal beras yang ada di gudang Bulog tahun ini sebanyak 1,7 juta ton. Rencananya, kata dia, pemerintah akan mengeluarkan sekitar 360.000 ton beras untuk bantuan pangan, kemudian 1,2 juta ton untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"SPHP 1,2, tambah bansos sekarang sudah pengeluaran 362 ribu ton. Berarti 1,5, jadi ini sangat aman. Insyaallah di akhir tahun semuanya beras baru," tegas Amran.

Amran mencatat sepanjang Januari-Juni 2025, serapan beras oleh Bulog mencapai 2,6 juta ton atau melonjak lebih 428 persen dibandingkan 5 tahun terakhir.

Dengan posisi stok awal beras tahun ini berada di 1,7 juta ton, maka stok beras di gudang Bulog secara nasional saat ini sudah mencapai lebih dari 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: