Ketua DPR RI Puan Maharani menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/9). Foto: Zamachsyari/kumparan
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan DPR masih menunggu surat dari Presiden Prabowo Subianto yang berisi daftar calon duta besar untuk mengisi posisi-posisi yang saat ini masih kosong di sejumlah negara.
Puan berharap nama-nama yang diserahkan Prabowo merupakan sosok kompeten yang paham situasi geopolitik saat ini yang tidak menentu.
"Ya, kami berharap dengan situasi geopolitik dan situasi global yang seperti ini, kami berharap bahwa nama-nama yang diusulkan memang sebaiknya adalah orang-orang yang memang mengetahui tentang situasi geopolitik, situasi global," kata Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7).
Ketua DPP PDIP ini berharap sosok yang ditunjuk adalah tokoh yang bisa menjadi jembatan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara lain.
"Bisa diterima oleh negara-negara yang nanti mereka ini diusulkan menjadi Dubes di negara-negara tersebut dan bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang ada di negara tersebut," katanya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mengakui kelalaiannya hingga menyebabkan posisi duta besar Indonesia untuk beberapa negara penting kosong.
"Saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini (penunjukan duta besar) tidak berlangsung dengan cepat dan smooth," kata Sugiono dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (30/6).
Posisi duta besar yang sempat disinggung oleh anggota Komisi I adalah Amerika Serikat, Jerman, hingga Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa.
Sugiono berjanji pemerintah akan segera memberikan usulan nama dalam dua hari.
"Tapi yang pasti untuk beberapa pos tadi yang disebutkan, kami berharap dalam satu dua hari ini sudah ada surat ke DPR untuk bisa segera," kata Sugiono.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar