Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: Kementerian Media Arab Saudi
Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mendukung gencatan senjata di Sudan.
Sudan dilanda perang saudara sejak 2023. Pertempuran tersebut melibatkan militer Sudan melawan kelompok paramiliter RSF.
"Mengenai Sudan, kedua belah pihak menekankan pentingnya melanjutkan dialog antara kedua pihak yang berkonflik melalui forum Jeddah, yang mengarah pada gencatan senjata sepenuhnya, mengakhiri krisis, meringankan penderitaan rakyat Sudan, dan menjaga kedaulatan, persatuan, dan lembaga-lembaga nasional Sudan," kata Prabowo dan MBS di Jeddah, Kamis (3/7).
Bangunan hancur akibat serangan Amerika Serikat di Saada, Yaman, Minggu (16/3/2025). Foto: Naif Rahma/REUTERS
Soroti Konflik Yaman
RI dan Saudi juga menyoroti konflik yang terjadi di Yaman. Prabowo dan MBS menekankan pentingnya dukungan penuh upaya internasional dan regional untuk mencapai solusi politik yang komprehensif bagi krisis Yaman.
Yaman memanas imbas eskalasi Israel melawan Houthi. Houthi adalah kelompok bersenjata yang merebut sejumlah kota penting dan vital di Yaman dari tangan pemerintah. Houthi diduga kuat didukung Iran yang merupakan musuh bebuyutan AS.
Sebelum menyerang Hodeida, sistem pertahanan Israel melumpuhkan serangan rudal diluncurkan oleh Houthi.
Asap membumbung tinggi di langit setelah serangan udara Israel di Yaman. Foto: Stringer/Reuters
"Mereka menegaskan kembali dukungan mereka bagi Dewan Kepemimpinan Presiden di Republik Yaman, dalam mengupayakan solusi politik," kata Prabowo dan MBS.
Selain itu, Prabowo juga memuji inisiatif Kerajaan Arab Saudi mendorong dialog dan rekonsiliasi di antara pihak-pihak dalam menyediakan, memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan serta perannya dalam menyediakan dukungan ekonomi dan proyek pembangunan di Yaman.
"Mereka juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Laut Merah, dengan menegaskan bahwa kebebasan navigasinya merupakan masalah permintaan internasional, mengingat dampaknya terhadap kepentingan global," kata Prabowo dan MbS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar