Prabowo di BRICS: Tolak Perang dan Standar Ganda, Tegaskan Dukungan ke Palestina - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prabowo di BRICS: Tolak Perang dan Standar Ganda, Tegaskan Dukungan ke Palestina
Jul 7th 2025, 13:37 by kumparanNEWS

Presiden Prabowo Subianto bersama Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto bersama Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu (6/7).

Dalam pertemuan yang bertema "Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance," Presiden Prabowo menolak adanya perang dan standar ganda.

"Bapak Presiden juga menegaskan menolak perang dan juga penggunaan standar ganda. Dan, Bapak Presiden sejalan dengan hampir dari seluruh peserta mendorong reformasi multilateral dan keterwakilan global south dalam tata kelola global, khususnya dalam institusi seperti PBB dan didorong agar kepemimpinan BRICS dapat mendorong kepemimpinan multilateral yang lebih adil," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam pertemuan itu, dikutip Senin (7/7).

Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Airlangga menuturkan, Prabowo juga mengangkat pentingnya Bandung spirit dalam forum BRICS, terutama dalam memperjuangkan nasib negara-negara berkembang dan mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, BRICS perlu menjadi kekuatan penyeimbang yang dapat menyuarakan kepentingan negara-negara global south secara adil dan konsisten.

Bandung spirit lekat kaitannya dengan Konferensi Asia-Afrika. KAA di Bandung ini melahirkan Dasasila Bandung.

"Bapak Presiden menegaskan hubungan terhadap Palestina dan secara khusus untuk mengingatkan Bandung spirit agar bisa dibawa dalam forum, dilanjutkan dalam forum BRICS tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Tata) menambahkan sebagian besar pemimpin negara anggota BRICS menyoroti situasi global yang makin tidak menentu.

"Salah satu isu yang sangat banyak diangkat oleh negara anggota adalah pentingnya untuk BRICS mengambil kepemimpinan untuk global south agar bisa mendorong me-reform sistem multilateral," kata Tata.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Menurutnya, konsolidasi negara-negara global south sangat penting dalam menjaga stabilitas internasional dan menciptakan ruang pembangunan yang kondusif bagi negara-negara berkembang.

Dalam forum tersebut, Tata menuturkan, Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya reformasi serta menyambut baik solidaritas antaranggota BRICS untuk menciptakan sistem dunia yang lebih inklusif dan berimbang.

"Oleh karena itu, tadi semangatnya adalah bagaimana BRICS bisa berkontribusi untuk mendorong reformasi, untuk mendorong penguatan dari sistem multilateral itu sendiri," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar