terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Perjalanan Oka 25 Tahun Jadi Sopir Truk Jawa-Bali Berakhir Bersama KMP Tunu Jaya - my blog
Foto I Kadek Oka (51) tewas dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Mata sembab Kepala Putu Adi Prastika (30) tak bisa lagi disembunyikan. Ia diam seribu bahasa saat menyambut satu per satu tamu yang datang melayat ke rumahnya di Desa Banjar Nesa, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (8/7).
Putu Prastika tengah berduka karena ayahnya I Kadek Oka (51), menjadi korban tewas dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB.
Saat peristiwa terjadi, Oka tengah naik ke kapal itu dengan truknya. Ia bekerja sebagai sopir truk perusahaan material.
Kelian Adat Nesa sekaligus perwakilan keluarga bernama Nyoman Arjana menceritakan hal tersebut. Kadek Oka sudah 25 tahun hidup menyeberangi Jawa-Bali sebagai pengangkut semen untuk menafkahi keluarganya.
"Orangnya pendiam, baik, aktif dalam kegiatan sosialisasi di banjar, beliau juga ramah dan sederhana," katanya di rumah Kadek Oka.
Suasana rumah saat persiapan pengabenan I Kadek Oka (51) tewas dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kadek Oka berangkat bersama rekan kerjanya bernama Eko Satriyo. Saat itu, Eko mengemudikan truk bernomor polisi DK 8153 AD dan Kadek Oka truk bernomor polisi DK 8565 MH. Keluarga belum mengetahui nasib Eko Satriyo yang turut tenggelam bersama KMP Tunu Pratama Jaya.
Kadek Oka sebenarnya sempat mengabari ke kantor terkait cuaca buruk di perairan Selat Bali begitu kendaraan masuk kapal. Pihak kantor, kata keluarga, meminta Kadek Oka menunda perjalanan dengan kembali ke Klungkung.
Namun, kendaraan tidak bisa keluar sehingga Kadek Oka terpaksa melanjutkan perjalanan dan tetap berada di kapal.
Keluarga panik saat mendengar kapal yang ditumpangi Kadek Oka tenggelam. Keluarga berdoa dan memohon petunjuk tokoh adat berharap Kadek Oka ditemukan. Keluarga langsung ke Banyuwangi, Jawa Timur, begitu jenazah Kadek Oka ditemukan.
Petugas melakukan pencarian dalam operasi SAR tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Jembrana, Bali, Sabtu (5/7/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP
Tubuh Kadek Oka ditemukan mengambang di sekitar laut wilayah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Keluarga mengenali Kadek Oka melalui pakaian yang dikenakannya. Jasad Kadek Oka lalu dibawa ke kampung halaman.
Keluarga menduga Kadek Oka berusaha menyelamatkan diri saat insiden terjadi. Nahas, ia tak selamat.
"Keluarga menduga beliau pasti sempat berusaha menyelamatkan diri keluar dari truk karena kebiasaan beliau pas di kapal pasti tidur di truk (sehingga apabila korban tidur di dalam truk maka korban ikut tenggelam bersama kapal)," katanya.
Nyoman Arjana terakhir kali bertemu dengan Kadek Oka pada Senin (1/7) lalu. Dia tak menyangka itu jadi pertemuan terakhirnya.
Suasana rumah saat persiapan pengabenan I Kadek Oka (51) tewas dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kadek Oka meninggalkan seorang istri bernama Nyoman Gria Rangkan dan dua anak, yaitu Putu Adi Prastika (30) dan Kadek Yuni Pebrianti (perempuan, 27 tahun) serta empat cucu.
Keluarga rencananya melakukan prosesi pemakaman secara tradisi Bali atau Ngaben Selasa (8/7) siang ini. Jenazah Kadek Oka akan dimandikan sebelum dibakar di kuburan.
Adapun beberapa prosesinya adalah upacara ngulapin, upacara ini sebagai tanda untuk memulihkan keseimbangan jiwa setelah mengalami kejadian mengejutkan, seperti kecelakaan. Pemayuh, upacara untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, dari pengaruh buruk yang dibawa sejak lahir.
"Ada juga upacara bebersih, almarhum dimandikan dengan air yang berasal 11 sumber mata air dan 33 warna bunga. Setelah semua upacara di rumah selesai, baru nyujur ke kuburan untuk dibakar," katanya.
Hingga saat ini, data korban KMP Tunu Pratama Jaya tercatat 30 orang selamat, 8 meninggal dunia, dan 27 orang masih dalam pencarian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar