terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Komisi V Desak Kemenhub Audit SOP soal KMP Tunu Pratama Tenggelam: Ada Kelalaian - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Komisi V Desak Kemenhub Audit SOP soal KMP Tunu Pratama Tenggelam: Ada Kelalaian
Jul 4th 2025, 13:35 by kumparanNEWS

Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (13/5/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (13/5/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menyoroti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB.

Setidaknya 6 orang tewas dan 30 hilang akibat karamnya kapal rute Ketapang-Gilimanuk milik PT Pasca Dana Sundari yang membawa 65 orang tersebut.

Irine mendesak dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan pelayaran dan keselamatan penumpang. Ia mengatakan, ini adalah insiden ketiga kapal tenggelam dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

"Tentunya kami sangat berduka atas insiden kapal tenggelam ini, dan kami mengucapkan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya," kata Irine Yusiana Roba Putri kepada wartawan, Jumat (4/7).

"Saya berharap evakuasi dapat dilakukan dengan optimal sehingga semua korban dapat segera ditemukan," tambah dia.

Sudah Ada 3 Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Gilimanuk

Politikus PDIP ini menekankan, ada yang salah dalam manajemen keselamatan pelayaran sehingga kecelakaan kapal tenggelam selalu berulang.

"Ini bukan sekadar insiden tunggal, tetapi sinyal sistemik dari buruknya manajemen keselamatan pelayaran kita. Dalam 11 hari, tiga kecelakaan kapal terjadi di lintasan yang sama," ucap Irine.

"Ada yang sangat keliru dalam sistem kita, entah itu dari sisi teknis, pemuatan, cuaca, atau bahkan kelonggaran pengawasan," lanjut Irine.

Irine pun membeberkan tiga kecelakaan kapal di Selat Bali. Rangkaian insiden ini diawali dengan kandasnya KMP Gerbang Samudra 2 di Perairan Gilimanuk, Bali, pada Minggu 22 Juni 2025.

Lalu pada 23 Juni, KMP Agung Samudra 9 di kandas di Perairan Gilimanuk.

"Tiga kecelakaan beruntun di jalur vital penyeberangan Jawa-Bali ini harus menjadi peringatan keras betapa pentingnya pembenahan sistem keselamatan pelayaran kita," ucap Irine.

Iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Kemenhub Harus Segera Audit

Irine menyoroti kemungkinan faktor teknis kapal, termasuk stabilitas, struktur lambung, hingga kelayakan peralatan darurat. Ia menilai, faktor cuaca dan arus kuat Selat Bali yang dikenal ekstrem pada malam hari juga harus menjadi pertimbangan utama dalam evaluasi izin pelayaran di jam malam.

"Saat operator kapal diizinkan berlayar tanpa sistem peringatan dini yang solid dan data meteorologi yang akurat, kita sedang bermain dengan nyawa manusia," kata Irine.

"Dalam sistem keselamatan pelayaran, tidak boleh ada ruang toleransi untuk ambiguitas data dan kelalaian prosedural," imbuh Legislator dari Dapil Maluku Utara itu.

Irine meminta Kementerian Perhubungan dan instansi terkait untuk segera melakukan audit teknis terhadap seluruh armada penyeberangan di Selat Bali. Termasuk inspeksi mendalam terhadap standar keselamatan, pelatihan kru, serta ketegasan dalam penegakan SOP keberangkatan.

"Tidak cukup hanya respons tanggap darurat. Negara harus hadir lebih awal dalam bentuk pengawasan, peringatan, dan pencegahan," kata Irine.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: