terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Jurus Sri Mulyani Tambal Hilangnya Rp 80 T Dividen BUMN di APBN karena Danantara - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jurus Sri Mulyani Tambal Hilangnya Rp 80 T Dividen BUMN di APBN karena Danantara
Jul 4th 2025, 10:09 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya dalam Rapat Banggar DPR RI, Selasa (1/7/2025).  Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya dalam Rapat Banggar DPR RI, Selasa (1/7/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Mulai tahun ini setoran dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak lagi masuk ke kas negara lewat pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dana itu sepenuhnya dialihkan ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Alhasil, target penerimaan negara dari dividen BUMN di APBN 2026 menyusut hingga Rp 80 triliun.

Namun, Kementerian Keuangan di bawah komando Sri Mulyani punya siasat. Pemerintah menargetkan bisa menutup setengah dari kekurangan tersebut melalui optimalisasi sumber PNBP lainnya. Nilainya diproyeksikan mencapai Rp 40 triliun.

"Dengan adanya optimalisasi dengan sektor-sektor yang lain, ya itu kan berarti ada yang PNBP SDA, non migas, terus kemudian di situ ada PNBP KL, ada PNBP lainnya, kemudian ada BLU dari berbagai sektor itu ada peningkatan lah penerimaan," kata Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Rofyanto Kurniawan, di Kompleks Parlemen RI, dikutip Jumat (4/7).

Menurut Rofyanto, pemerintah melihat tren kenaikan penerimaan dari berbagai sektor non-dividen yang cukup menjanjikan. Sektor seperti Sumber Daya Alam (SDA), migas, Kementerian/Lembaga (K/L), hingga Badan Layanan Umum (BLU), mengalami peningkatan penerimaan dibanding target awal.

"Katakan di APBN penerimaan BLU itu ditargetkan Rp 30 triliun Semester I-2025, ternyata memang realisasinya bagus di atas target," jelas Rofyanto.

Kantor baru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Kantor baru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

"Contohnya gini, PNBP-PNBP K/L terus BLU-BLU, itu ternyata penerimaannya meningkat. Jadi lebih tinggi dari yang ditargetkan di APBN. Jadi otomatis bisa tutup shortfall dari yang di dividen BUMN," imbuhnya.

Lewat berbagai sumber tersebut, pemerintah memproyeksikan total penerimaan PNBP hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 477,2 triliun. Meski masih di bawah target semula Rp 513,6 triliun, defisitnya menyempit menjadi sekitar Rp 36,4 triliun.

Hingga semester I-2025, total PNBP yang sudah dikumpulkan negara mencapai Rp 222,9 triliun atau setara 43,4 persen dari target APBN tahun ini. Penyumbang terbesarnya berasal dari SDA nonmigas sebesar Rp 55,5 triliun, disusul SDA migas Rp 47,2 triliun.

Sementara itu, dividen BUMN yang masih tercatat di APBN tahun ini baru menyumbang Rp 11,8 triliun. PNBP lainnya seperti hibah, sumbangan, hingga hasil penjualan produk pendidikan menyumbang Rp 68,1 triliun. Dari BLU, negara mengantongi Rp 40,3 triliun.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: