Teras Cihampelas, Kota Bandung, pada Rabu (23/10/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji usulan pembongkaran Teras Cihampelas yang diajukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Usulan itu muncul lantaran kondisi Teras Cihampelas sudah tidak berfungsi optimal.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan proses pengkajian Teras Cihampelas masih berlangsung dan kemungkinan selesai dalam satu tahun.
"Kita mah, tugasnya kajian. Kajian itu masih panjang, lama, itu butuh waktu paling kurang setahun," ucap Farhan saat ditemui di MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/7).
Kios tutup di Teras Cihampelas, Kota Bandung, pada Rabu (23/10/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Selama menunggu proses pengkajian, Farhan berencana melakukan revitalisasi dengan memperbaiki semua infrastruktur yang rusak serta meningkatkan keamanan.
Ia juga akan memerintahkan Dinas Perhubungan untuk menambah jumlah lampu penerangan.
"Selama menunggu kajian itu, ya akan kami lakukan, saya ulang ya. Satu, 24 jam Satpol PP standby; dua, Dinas Bina Marga akan memperbaiki semua infrastruktur," ungkap dia.
Teras Cihampelas, Kota Bandung, pada Rabu (23/10/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
"Tiga, Dinas Perhubungan akan menyediakan semua pencahayaan, baik PJL (Penerang Jalan Lingkungan) maupun pedestriannya," tambahnya.
Teras Cihampelas atau yang dikenal sebagai Cihampelas Skywalk adalah sebuah proyek yang diinisiasi oleh Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Pembangunan Teras Cihampelas diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 48 miliar.
Tujuannya adalah untuk menata kawasan Cihampelas yang padat pedagang kaki lima (PKL) dan sering macet. Kini, kondisi Teras Cihampelas memprihatinkan. Bau pesing dan kios-kios kosong tak terawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar