Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (25/6). Foto: Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membuka kembali informasi kode domisili dalam beberapa pekan ke depan.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan saat ini BEI sedang mempersiapkan pembukaan kembali kode domisili pada penutupan sesi I perdagangan bursa saham.
"Informasi domisili setelah penutupan sesi I juga sedang proses. Kami harapkan dalam beberapa minggu ke depan bisa diimplementasikan," ucap Jeffrey pada Kamis (3/7).
BEI juga berencana mulai membuka transaksi dengan skema short selling mulai 26 September 2025. Meski begitu, pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan kondisi pasar pada saat itu.
Umumnya, short selling merupakan mekanisme transaksi jual beli saham di mana investor menjual saham yang sebenarnya belum dimiliki dengan cara meminjam saham dari broker, untuk kemudian dibeli kembali di harga yang lebih rendah. Skema ini menjadi salah satu strategi investasi saat pasar sedang melemah.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan tanggal tersebut merupakan jadwal paling cepat penerapan short selling. Namun, kata dia keputusan final tetap tergantung pada situasi pasar saat mendekati waktu pelaksanaan.
"Karena terus terang, penerapan short selling ini nggak hanya bergantung kepada tanggal tersebut, tapi juga bergantung terhadap kondisi market pada saat kita akan menerapkan intradate short sell dan menerbitkan daftar efek short selling," jelas Irvan dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara daring, dikutip Kamis (3/7).
Irvan menambahkan, BEI bakal terus berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum benar-benar mengaktifkan perdagangan short selling. Tidak menutup kemungkinan, jadwal tersebut bisa ditunda apabila kondisi pasar tidak mendukung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar