Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal tahun ini dilakukan dengan cara berbeda. Tak ada lagi sistem kupon yang dibagikan langsung ke masyarakat. Sebagai gantinya, daging kurban akan disalurkan melalui sekitar 200 yayasan yang telah bekerja sama dengan pengelola Masjid Istiqlal.
"Untuk mekanisme pembagian, pendistribusian hewan kurban di Istiqlal ini melalui mekanisme kerja sama dengan yayasan. Jadi bukan pembagian kupon secara langsung ya kepada masyarakat. Ini untuk menghindari crowded, untuk menghindari nanti penumpukan masyarakat yang antre sehingga menjadi tidak bagus prosesnya," ujar Plt Imam Besar Masjid Istiqlal, Mulawarman Hannase, kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/6).
Ia menjelaskan, Idul Adha tahun ini Masjid Istiqlal menerima 55 ekor sapi dan 81 ekor kambing dari berbagai instansi, termasuk Kementerian, Kapolri, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
"Alhamdulilah hari ini langsung juga dihadiri dan disupervisi oleh Kementerian Pertanian. Ada Pak Dirjen dan Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta," kata Mulawarman.
Khusus untuk daging sapi kurban dari Presiden dan Wakil Presiden, tahun ini juga diterapkan pendekatan berbeda. Daging tidak didistribusikan dalam bentuk mentah, melainkan dimasak dan disajikan dalam kegiatan makan bersama anak yatim.
Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan inisiatif dari pengelola Masjid Istiqlal, bukan instruksi langsung dari Presiden. "Ini tentunya kebijakan dari Imam Besar Masjid Istiqlal untuk membuat terobosan bagaimana anak-anak yatim di DKI Jakarta itu bisa mendapatkan makan bergizi secara langsung di Masjid Istiqlal," imbuhnya.
Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan, bantuan sapi kurban Presiden tahun ini juga mengalami perluasan cakupan distribusi. Tidak hanya ke masjid-masjid besar terpilih di provinsi, tapi juga menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
"Bantuan kemasyarakatan sapi kurban Presiden itu bukan hanya untuk masjid yang terpilih di provinsi, tetapi seluruh masjid di kabupaten/kota seluruh Indonesia, dengan total saat ini sebanyak 578 ekor, tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota," kata Agung.
Bantuan tersebut juga disalurkan ke ormas, istana daerah, serta masjid-masjid di sekitar kediaman Presiden. Agung menegaskan, seluruh sapi yang disalurkan telah melewati proses seleksi ketat.
Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
"Semua sapi telah diseleksi terutama dari sisi syariah dan juga dari sisi kesehatan. Kami menerjunkan 9.743 petugas pemantau hewan kurban di seluruh Indonesia," ujarnya.
Untuk wilayah Jabodetabek, Agung menyebut, ada 147 petugas dari Kementerian Pertanian, ditambah 400 petugas dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta petugas dari dinas dan organisasi lain. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan.
"Tadi semua sapi yang ada di Masjid Istiqlal sudah dinyatakan sehat dan bisa disembelih. Petugas kami melakukan pemeriksaan antemortem sebelum disembelih dan juga pemeriksaan postmortem untuk menjamin agar daging yang dibagikan itu aman dan layak dikonsumsi," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar