Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menghadiri konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menuturkan Indonesia telah menerbitkan Surat Utang Negara dalam denominasi Yen Jepang (Samurai Bond) pada hari ini, Jumat (23/5).
Thomas yang akrab disapa Tommy, itu menuturkan nilainya mencapai JPY 103,2 miliar atau setara USD 725 juta. Dia mengeklaim penerbitan Samurai Bond ini dengan harga yang sangat baik.
"Tenor 3 tahunnya itu di 1,56 persen, 5 tahunnya 1,87 persen, 7 tahunnya di 2,05 persen, 10 tahunnya di 2,35 persen, 20 tahunnya di 3,26 persen," kata Tommy dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (23/5).
Lebih lanjut Tommy menjelaskan, khusus untuk tenor 20 tahun ini diterbitkan dalam format blue bonds. Transaksi ini merupakan penerbitan Samurai Bond selama 10 tahun berturut-turut sejak tahun 2015.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
"Blue Bonds itu adalah bond issuance yang menganut aturan main ESG, sustainable dalam hal ini lebih ke hal-hal yang maritim dan segala macam yang berhubungan dengan maritim dan air," katanya.
Di saat yang bersamaan, pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk menerbitkan global bond yang lain, seperti Dim Sum Bond dalam mata uang China, Renminbi. Selain itu juga dalam bentuk dolar Australia, yakni Kangaroo Bond.
"Pemerintah juga sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan Global Bonds dalam Renminbi yaitu Dim Sum Bond dan dalam Australian Dollar atau Kangaroo Bond," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar