Ilustrasi untuk Puasa Dua Hari Sebelum Idul Adha. Sumber: Pexels/Abdghat
Puasa dua hari sebelum Idul Adha merupakan amalan sunah yang mulia. Iduladha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Sebelum Iduladha, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan puasa sunah.
Ada beberapa puasa sunah yang bisa dikerjakan sebelum Iduladha, salah satunya puasa Tarwiyah. Puasa sunah ini sangat baik untuk dikerjakan karena terdapat keutamaan di dalamnya.
Bacaan Niat Puasa Dua Hari Sebelum Idul Adha
Ilustrasi untuk Puasa Dua Hari Sebelum Idul Adha. Sumber: Pexels/A Darmel
Terdapat puasa satu hari dan puasa dua hari sebelum Idul Adha yang dianjurkan. Mengutip dari Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah, Zacky (2024:185), puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah.
Sedangkan, puasa Arafah adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah. Kedua puasa tersebut sangat baik untuk dilaksanakan. Sama seperti pelaksanaan puasa lainnya, ada niat yang harus dibaca terlebih dahulu. Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah.
Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Ilustrasi untuk Puasa Dua Hari Sebelum Idul Adha. Sumber: Pexels/A Darmel
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunah yang sangat baik untuk dikerjakan. Ada sejumlah keutamaan puasa sunah tersebut yang perlu diketahui. Berikut beberapa di antaranya.
1. Lebih dari Jihad
Tidak ada hadis sahih yang khusus menjelaskan mengenai keutamaan puasa Tarwiyah. Namun, puasa sunah ini tetap dianjurkan karena termasuk dalam amalan 10 hari pertama bulan Zulhijah yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda.
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah Swt. daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, "Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama- lamanya (menjadi syahid)." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).
2. Diampuni Dosanya
Puasa Arafah dapat menghapus dosa yang telah lalu dan yang akan datang. Hal ini sesuai dengan riwayat dari Abu Qatadah RA, ia berkata.
"Rasulullah saw. pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab bahwa puasa itu melebur dosa satu tahun yang telah berlalu dan yang akan datang." (HR Muslim)
Meskipun demikian, muslim tidak boleh meninggalkan ibadah lain dan berbuat dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar