Perang Tarif Impor AS dan China Melunak, Bagaimana Negosiasi RI dengan Trump? - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Perang Tarif Impor AS dan China Melunak, Bagaimana Negosiasi RI dengan Trump?
May 15th 2025, 18:48, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara kumparan The Economic Insights 2025 di The Westin, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Perang tarif impor Amerika Serikat kian mereda khususnya setelah kesepakatan tarif baru tercapai dengan China. Produk-produk asal AS yang masuk ke China kini dikenai tarif sebesar 10 persen, sementara barang-barang dari China ke AS dikenai tarif 30 persen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan di tengah redanya tensi perang tarif, negosiasi tarif Indonesia dengan AS tetap berjalan. Pemerintah, kata dia, masih terus memperhatikan perkembangan global.

"Jadi kita tunggu saja proses negosiasi. Tentu kita melihat perkembangan apa yang sudah ditandatangani dengan Inggris, di mana Inggris dikenakan base tarifnya di 10 persen, kemudian China diberikan tarif 30 persen," kata Airlangga di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (15/5).

"Nah mungkin itu saja yang diperhatikan dan khusus untuk Inggris diberi kemudahan lagi untuk yang sektoral, yaitu otomotif, kemudian aluminium dan baja," lanjutnya.

Kesepakatan baru China dan AS berlangsung selama 90 hari ini, berlaku sejak Senin (12/5). Merespons hal ini, Airlangga ingin memanfaatkan waktu yang ada tersebut untuk melanjutkan negosiasi tarif dengan AS.

"Ya sekarang kan 90 hari, 90 hari ke depan dengan China kan pause. Jadi kita memanfaatkan waktu itu untuk bernegosiasi dengan Amerika," ujar Airlangga.

Sebelumnya, negosiasi antara AS dan Indonesia disebut Airlangga akan rampung 60 hari sejak Jumat (18/4). Beberapa negosiasi yang diusulkan yakni Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari AS seperti LPG, minyak mentah, dan bensin (gasoline). Indonesia juga berencana meningkatkan produk agrikultur meliputi gandum, kedelai, susu kedelai, serta meningkatkan pembelian barang-barang modal dari AS.

Kemudian Indonesia juga memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia terkait dengan perizinan dan insentif yang dapat diberikan.

Selanjutnya, Indonesia mendorong agar investasi dilakukan secara business to business (B2B). Indonesia juga mendorong pentingnya penguatan kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia, antara lain untuk sektor pendidikan, sains, teknologi, engineering, matematika, ekonomi digital.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar