Jemaah haji Indonesia usai turun dari bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Rabu (14/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan
Nusuk menjadi kartu yang harus selalu dibawa jemaah haji selama di Makkah, Arab Saudi. Namun, sampai saat ini masih ada jemaah yang tiba di Tanah Suci belum mendapatkan kartu yang disebut sebagai paspor perhajian tersebut.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menegaskan kartu Nusuk harus selalu dibawa karena dibutuhkan dalam setiap tahapan dan aktivitas perhajian.
"Masalah akselerasi distribusi kartu Nusuk sudah kita bahas bersama dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi bersama pihak Syarikah. Sampai saat ini, ada 92.437 jemaah yang tiba di Arab Saudi. Namun, masih ada kartu Nusuk yang belum tersalurkan ke jemaah," kata Muchlis melalui keterangannya di Madinah, Kamis (15/5).
Muchlis memastikan Kementerian Haji Arab Saudi dan Syarikah atau mitra pelayanan haji sepakat mempercepat pembagian kartu Nusuk. Sehingga semakin banyak jemaah haji Indonesia yang mengantonginya.
Jemaah haji Indonesia usai turun dari bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Rabu (14/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan
"Kami melakukan akselerasi agar pendistribusian lebih cepat. Alhamdulillah setelah ada akselerasi, distribusi dan aktivasi kartu Nusuk capaianya meningkat," ungkap Muchlis.
"Jemaah yang saat tiba di Makkah belum mendapatkan kartu Nusuk, tetap bisa melaksanakan umrah wajib dengan pendampingan dari pihak Syarikah," tambahnya.
Muchlis mengatakan Pemerintah Arab Saudi memberikan perhatian tinggi terhadap jemaah haji asal Tanah Air. Sebab, kata Muchlis, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar.
"Kami tidak lagi mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana mencari solusi bagi persoalan yang muncul di lapangan ini," tutur Muchlis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar