Suasana salat jumat di masjid hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. Foto: Moh Fajri/kumparan
Persiapan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi salah satu alasan jemaah haji Indonesia diimbau salat Jumat di masjid dekat hotel atau di hotel tempat jemaah menginap.
Slamet, jemaah haji asal Jakarta mengaku memilih mengikuti imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) dengan salat Jumat di masjid hotel. Ia ingin menjaga kesehatannya.
"Ini pribadi memang untuk menghemat tenaga, kan biar tahu kemampuan diri sendiri, mengukur kesehatan sendiri menghadapi Armuzna," kata Slamet di Makkah, Jumat (30/5).
Slamet sudah menyiapkan diri menjelang Armuzna dengan mengikuti bimbingan ibadah. Menurutnya, yang tidak kalah penting saat puncak haji adalah persiapan fisik.
Suasana salat jumat di masjid hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. Foto: Moh Fajri/kumparan
"Insyaallah kita sudah ada beberapa kali manasik haji di sini, insyaallah pembekalan sudah ada bekal dari pembimbing," ungkap Slamet.
"Fisik Insyaallah ngikutin pembimbing. Jadi kita disuruh hemat-hemat menjaga kemampuan diri," tambahnya.
Cisyana, jemaah haji Indonesia usai salat jumat di masjid hotel. Foto: Moh Fajri/kumparan
Senada dengan Slamet, Cisyana juga memilih salat Jumat di masjid hotel. Ia tidak mau memaksakan diri jumatan di Masjidil Haram di tengah kepadatan jemaah haji seluruh dunia yang sudah merapat ke Makkah.
"Di sini hati-hati banget jaga kesehatan, jangan sampai jalan terus keseleo itu nyusahin juga pas haji, artinya hati-hati, waspada sampai haji selesai," tutur Cisyana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar