Sebuah pesawat yang hancur di landasan pacu Bandara Internasional Sanaa pada 29 Mei 2025, setelah serangan militer Israel. Foto: Mohammed Huwais / AFP
Israel melancarkan serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, Yaman, pada 29 Mei 2025. Imbas serangan itu Pesawat Yemenia Airways, hancur.
Israel melakukan serangan itu sehari setelah Houthi menembakkan dua proyektil ke Israel.
Kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, Al Masirah TV, melaporkan empat serangan menghantam landasan pacu.
Direktur Umum Bandara Internasional Sanaa, Khaled al-Shaief, menulis di X bahwa serangan itu telah menghancurkan total pesawat sipil terakhir yang dioperasikan Yemenia Airways dari bandara tersebut.
Menurut data penerbangan yang diperiksa oleh Al Jazeera, pesawat Yemenia Airways dijadwalkan membawa jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi.
Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam insiden serangan Israel tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, angkatan udara Israel menyerang target teroris Houthi di bandara dan menghancurkan pesawat terakhir yang tersisa.
"Ini adalah pesan yang jelas dan kelanjutan dari kebijakan kami: Siapa pun yang menembaki Negara Israel akan membayar harga yang mahal," kata Katz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar