May 15th 2025, 19:56, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Pemerintah menggaet Australia untuk mengolah konsentrat litium menjadi bateraikendaraan listrik. Ajakan ini dilakukan berdasarkan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (15/5).
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia percaya diri mengajak Australia karena sumber daya alam di dalam negeri melimpah, mulai dari nikel, kobalt, hingga mangan.
"Kita ada kolaborasi nanti. Mereka akan kirim konsentrat litium di sini dan nanti di sini yang akan diolah. Jadi akan langsung terintegrasi dengan pabrik ekosistem daripada baterai mobil," katanya.
Selain bahas litium, dalam pertemuan tadi Presiden Prabowo Subianto ingin agar kualitas buah-buahan Indonesia dapat menyaingi produk hortikultura asal Australia yang terkenal unggul.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan paparan pada pembukaan Global Hydrogen Ecosystem 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (15/4/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
"Kami akan bekerja sama, untuk meningkatkan kapasitas para petani dan UMKM kita, kita juga akan berusaha sekeras tenaga memastikan produk-produk buah-buahan, perikanan Indonesia bisa memenuhi standar pasar internasional termasuk Australia," kata Prabowo.
Prabowo membuka pintu lebar bagi pelaku usaha maupun pemerintah Australia untuk turut berperan aktif. "Kita juga mengundang pihak Australia untuk terlibat langsung dalam industri pertanian dan perikanan kita," terangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar