Jemaah haji gelombang 2 mulai tiba di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merespons beredarnya video dengan narasi jemaah haji ditelantarkan saat tiba di Makkah.
Dalam video tersebut, seorang jemaah haji yang berada di hotel nomor 603 mengungkapkan kondisinya belum mendapatkan kamar.
Kepala Sektor 6 Makkah, Rebuan, menepis informasi yang beredar tersebut.
"Tidak ada yang telantar, karena itu masih dalam proses penurunan," ujar Rebuan saat memberikan keterangan kepada Media Center Haji di kantor Sektor 6, Makkah, Sabtu (24/5).
Rebuan menegaskan, proses jemaah yang tengah menunggu itu tidak dapat disebut sebagai telantar. Menurutnya, makna telantar adalah jika petugas tidak melayani atau jemaah tidak dapat makan dan hotel.
Rebuan menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi (23/5). Saat itu, rombongan dari embarkasi JKS 42 (Jakarta-Bekasi) yang mendarat di Jeddah telah tiba di Makkah sekitar pukul 04.18 Waktu Arab Saudi (WAS). Ada 9 bus yang datang secara bertahap. Sementara, petugas sudah bersiaga sejak pukul 01.10 WAS.
Sesuai dengan standar prosedur, kata Rebuan, pelayanan diberikan dimulai dari bus pertama terlebih dahulu.
"Nah, video viral itu baru penurunan bus ketiga sekitar pukul 07.30 pagi, ada pendorongan jemaah kursi roda (lansia). Dari sembilan mobil baru dua yang benar-benar diturunkan, yang di (video) TikTok baru nomor 1 atau nomor 2," terang Rebuan.
Rebuan menuturkan sebelum turun dari bus, ada proses yang dilakukan oleh Syarikah atau mitra pelayanan haji dari Arab Saudi. Pihak Syarikah memasangkan gelang dan memastikan semua jemaah telah mempunyai identitas. Sehingga tidak bisa asal turun dan masuk ke hotel.
Rata-rata petugas Syarikah yang mengurus kebutuhan jemaah sebelum turun bus itu ada dua orang. Mereka menyelesaikan bus satu dan dua terlebih dulu berdasarkan nomor urut.
Bila semua identitas telah didistribuskan semua, maka ketua rombongan mengambil kunci. Mereka lalu diarahkan ke lantai masing-masing untuk penyerahan kunci kamar.
"Jadi tidak di lobi agar tidak terlalu menumpuk," tutur Rebuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar