Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di kantornya, Selasa (6/5/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap produk makanan halal Indonesia mulai membanjiri negara lain, termasuk Brunei. Salah satu faktornya adalah adanya kerja sama antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) dengan beberapa negara lain.
Menurut Airlangga, sudah ada beberapa negara yang menandatangani Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan BPJH termasuk Brunei.
"Dalam pembicaraan dengan Sultan Brunei, (Sultan) mengapresiasi sudah adanya MRA sehingga produk makanan Indonesia mulai membanjiri Brunei dan itu halalan thoyyiban," kata Airlangga dalam Sarasehan Ekonom Islam Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat pada Kamis (15/5).
Selain itu, Jepang dan Korea juga sudah memiliki MRA dengan BPJH. Hal ini juga menjadikan pasar produk makanan Indonesia menjadi lebih luas. Beberapa negara juga disebut lebih menyukai produk makanan yang sudah disertifikasi halal.
"Negara Korea itu mengapresiasi sertifikasi halal. Karena bagi masyarakat Korea kenapa mereka suka dengan sertifikat halal. Berarti proses pembuatannya adalah proses perbuatan yang baik dan bersih. Jadi itu mendapatkan nilai tambah daripada produk-produk yang tidak disertifikasi halal," ujarnya.
Ke depan, Airlangga menjelaskan pemerintah juga akan mendorong pariwisata halal. Hal ini karena selama ini Airlangga melihat banyak turis dari kawasan Timur Tengah lebih memilih Malaysia sebagai tempat wisata.
"Nah ini kan perlu kita dorong karena objeknya kita jauh lebih banyak daripada di Malaysia," kata Airlangga.
Selain itu, Airlangga melihat potensi besar dari bisnis haji dan umrah. Airlangga mengungkap kontribusi Indonesia ke Arab Saudi dari haji dan umrah bisa mencapai USD 8 miliar. Maka dari itu Ia mendorong agar Bank Indonesia (BI) bisa bekerja sama dengan Bank Sentral Arab Saudi dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Nah Indonesia kalau bisa kita menggunakan QRIS dengan bank sentralnya Saudi. Sehingga para umrah dan haji bayarnya pakai QRIS saja," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar