Apr 18th 2025, 23:10, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin meninjau macet di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Pusat pada Jumat (18/4). Foto: Abid Raihan/kumparan
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, meminta pihak pengelola Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, agar lebih komunikatif dan terbuka soal jumlah truk yang akan datang melakukan bongkar-muat.
Permintaan ini untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang seperti yang terjadi pada Kamis (17/8) sore-malam kemarin.
"Tentunya kami sangat berharap ada keterbukaan dari pihak Pelabuhan, ya mungkin bisa dilaporkan kepada Kapolres sehingga kita bisa mempersiapkan (lonjakan kendaraan)," ujar Komarudin saat meninjau kemacetan di wilayah Jakarta Utara pada Jumat (18/4).
Situasi terkini di persimpangan gerbang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (18/4). Foto: Abid Raihan/kumparan
Komarudin menyebut, sejak awal tak ada keterbukaan data bongkar muat. Informasi yang diterimanya, pelabuhan hanya mampu melayani 3 ribu truk. Namun dua hari terakhir pengelola memasukkan 4.500 truk.
"Pengakuan dari staf, salah satu staf bahwa mereka hanya mampu melayani sampai dengan 3.000 (truk), tapi faktanya yang dirilis di atas 4.500. Ini yang tentunya akan sangat berdampak (kepada) kemampuan, daya tampung, pelayanan, termasuk, apa namanya itu? Ngetap ya, termasuk itu," tuturnya.
Komarudin menyebut, kelalaian pelabuhan sudah dilaporkan ke pimpinan Polda Metro Jaya.
Kini, kemacetan horor yang terjadi di beberapa ruas jalan yang terdampak kepadatan aktivitas pelabuhan sudah terurai. Meski begitu, diprediksikan besok masih ada lonjakan truk yang akan melakukan aktivitas bongkar-muat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar