Gunung Annapurna di Nepal. Foto: Dzianis_Rakhuba/Shutterstock
Pencarian dua pemandu (sering disebut "sherpa", mengambil dari etnis Sherpa) yang hilang di gunung Annapurna, Nepal, dihentikan 5 hari setelah mereka tersapu longsoran salju.
Dua pemandu itu adalah Ngima Tashi Sherpa dan Rima Rinje Sherpa. Mereka pemandu gunung berpengalaman yang di hari kejadian tengah membawa tabung oksigen untuk pendakian puncak berikutnya.
"Pencarian dihentikan. Kami mencoba mencari mereka dari darat dan melalui pencarian udara, tapi kami tidak dapat menemukan mereka," kata ketua perusahaan ekspedisi Seven Summit Treks, Migma Sherpa, dikutip dari AFP, Sabtu (12/4).
Dua helikopter dan 5 pendaki telah dikerahkan dalam operasi pencarian.
"Tidak mungkin lagi bagi siapa pun dapat bertahan di bawah salju dan es seperti itu, dan melanjutkan pencarian dapat membahayakan lebih banyak nyawa," kata Seven Summit Treks saat mengumumkan penghentian pencarian di Instagram.
"Kami telah kehilangan dua pemandu terbaik kami," lanjutnya.
Nepal merupakan rumah untuk 8 dari 10 puncak tertinggi dan menyambut ratusan petualang setiap musim semi, ketika suhu mulai hangat dan angin lebih tenang.
Sekitar 500 pendaki telah diberikan izin untuk mendaki di musim ini, termasuk 66 pendaki di Annapurna.
Longsor salju dan tanah longsor sering terjadi di wilayah hulu Himalaya, khususnya saat musim dingin.
Annapurna merupakan pendakian yang berbahaya dan sulit, dan puncak Himalaya yang rawan longsor itu memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada Everest.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar