Apr 26th 2025, 22:30, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Suasana misa Requiem atau misa arwah wafatnya Paus Fransiskus di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (26/4) malam. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Ribuan umat Katolik melaksanakan Misa Requiem atau misa arwah wafatnya Paus Fransiskus di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (26/4) malam. Misa yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Uskup Denpasar Monsinyur (Mgr) Silvester Tung Kiem San.
Dalam ceramahnya, Monsinyur Silvester San berharap para umat dapat meneladani hidup Paus Fransiskus dalam kehidupan sehari-hari. Yakni, hidup sederhana, mengabdi pada orang miskin, telantar dan tertindas serta mencintai alam.
Paus Fransiskus juga tiada henti menebarkan perdamaian di seluruh dunia. Mulai dari perang Rusia-Ukraina, Israel-Hamas dan lain sebagainya.
"Kita umat Katolik merasa kehilangan seorang gembala utama yang baik. Mari kita meneladani perjuangan-perjuangan yang ditunjukkan Sri Paus Fransiskus selama hidupnya," sambungnya.
Suasana misa Requiem atau misa arwah wafatnya Paus Fransiskus di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (26/4) malam. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Usai misa, Monsinyur Silvester San menjelaskan, penghayatan kehidupan Paus Fransiskus ini berasal dari Santo Fransiskus dari Asisi. Ia adalah orang kudus dari keluarga kaya namun memilih hidup miskin demi mengabdi dan melayani umat.
Dia berharap pemimpin umat Katolik selanjutnya memiliki sosok keteladanan bagi umat dan membawa misi membawa misi perdamaian dunia seperti Paus Fransiskus.
Apalagi, kepimpinan Paus Fransiskus juga mengikuti sosok kepimpinan Yesus.
"Sebenarnya kita para pemimpin mencontohi kepemimpinan Yesus Kristus yaitu hidup dalam semangat kemiskinan, perhatian terhadap orang-orang sederhana, orang-orang miskin dan tertindas maka dia memaklumkan pembebasan. Saya rasa gereja berusaha melaksanakan hal yang sama," sambungnya.
Pemimpin umat Katolik selanjutnya juga diharap tetap berkomitmen menyerukan kelestarian lingkungan dan mengecam segala bentuk tindakan perusakan alam.
"Mengeluarkan Laudato si (seruan moral dan spiritual untuk merawat bumi oleh Paus Fransiskus) itu bukan hanya sekadar dokumen yang tidak ada gunanya tapi semua orang berjuang untuk kelestarian lingkungan hidup sehingga dunia ini bisa dihuni dengan baik dan nyaman," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar