Apr 12th 2025, 21:14, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Ilustrasi Visa. Foto: Shutterstock
Gelombang pencabutan visa pelajar di AS membuat mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di sana gusar. Kegusaran ini juga dirasakan Reina Rivenska, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Columbia.
"Jelas khawatir banget. Karena alasan untuk pencabutannya bisa bermacam-macam yang sebelumnya kami pikir itu tidak menjadi faktor, misalkan minor traffic violation atau sekadar mengepos di sosial media yang mengarah 'antisemitisim' (di sini mengepos terkait Palestina atau Gaza bisa dianggap antisemitisim)," kata Reina kepada kumparan, Sabtu (12/4).
Reina pun mengambil contoh kasus Mahmoud Khalil yang ditangkap Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) karena terlibat dalam aktivitas mendukung Gaza. Bahkan, ICE mencabut green card-nya.
"Salah satu mahasiswa PhD, Ranjani Srinivasan, yang terkena revoked juga dari sekolah yang sama denganku," ungkapnya.
Reina mengatakan banyak berdiskusi terkait kebijakan pemerintah ini dengan sesama mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Columbia.
"Teman-teman mahasiswa Indonesia di sini, khususnya di Columbia University pada khawatir juga. Tapi kami mencoba untuk saling menjaga dengan saling memberikan informasi terkini terkait dengan visa dan situasi lainnya," pungkasnya.
Sebelumnya, Kedutaan Besar RI di AS mengimbau mahasiswa Indonesia untuk hati-hati dan selalu taat aturan.
"Kami ingin mengingatkan agar para mahasiswa Indonesia di AS tetap menjaga status visa F-1 atau J-1 dengan baik dan selalu patuhi aturan yang berlaku," tulis keterangan Kedubes AS di akun Instagram resmi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar