Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato saat penandatanganan perintah eksekutif di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (20/3/2025). Foto: Mandel Ngan/AFP
Presiden Donald Trump menyatakan pada Kamis (20/3) akan segera menandatangani kesepakatan untuk mendapatkan akses ke sumber daya mineral Ukraina.
Dikutip dari AFP, Jumat (21/3), Trump mengatakan dia telah menandatangani keputusan untuk meningkatkan secara drastis produksi mineral AS dan segera menandatangani pakta dengan Ukraina.
"Kami juga menandatangani kesepakatan di sejumlah lokasi untuk mengelola logam tanah jarang dan mineral dan banyak sumber daya lainnya di seluruh dunia, tapi khususnya di Ukraina," kata Trump.
Peta wilayah perbatasan negara Rusia dan Ukraina. Foto: Asus/Shutterstock
"Salah satu hal yang kami lakukan adalah menandatangani kesepakatan dalam waktu dekat terkait logam tanah jarang dengan Ukraina, di mana mereka memiliki nilai logam tanah jarang yang sangat besar, dan kami sangat menghargai itu," lanjutnya.
Trump telah menekan Presiden Volodymyr Zelensky untuk menandatangani kesepakatan ekonomi sebagai kompensasi terhadap dukungan AS dalam melawan invasi Rusia ke Ukraina.
Trump secara khusus mengincar kekayaan mineral Ukraina. Ukraina menyimpan 5% dari cadangan sumber daya mineral dunia termasuk besi, mangan, titanium, lithium, dan uranium.
Namun, Ukraina juga memiliki logam tanah jarang, klasifikasi sempit dari 17 logam dalam kategori mineral penting yang lebih luas, yang belum pernah dieksploitasi secara komersial.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdebat dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan pertemuan kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
Bulan lalu, Zelensky menolak kesepakatan untuk memberi pengelolaan sumber daya mineral kepada AS karena tidak mencakup jaminan keamanan yang memadai terhadap agresi Rusia. Namun, Trump terus mendorong gencatan senjata sementara dalam konflik Rusia-Ukraina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar