Mar 28th 2025, 15:46, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Gedung yang masih tahap pembangunan ambruk diguncang gempa di Bangkok, Thailang, Jumat (28/3/2025). Foto: Ann Wang/REUTERS
Bursa Efek Thailand atau Stock Exchange of Thailand (SET) menghentikan semua aktivitas perdagangan sesi I usai gempa mengguncang Myanmar yang terasa hingga ke Bangkok, Jumat (28/3).
"Menyusul insiden gempa bumi, Bursa Efek Thailand dengan ini mengumumkan penangguhan segera atas semua aktivitas perdagangan," kata operator bursa dalam situs webnya dikutip dari Reuters.
Penutupan ini berdampak pada semua pasar, termasuk indeks di Bursa Efek Thailand, Pasar Investasi Alternatif (MAI), dan Bursa Berjangka Thailand (TFEX), untuk sesi siang ini.
Indeks acuan SET (SETI) terakhir diperdagangkan turun 1,05 persen ke level terendah dalam sepekan dengan kehilangan 1.175,45 poin. Saham-saham tertekan usai Presiden AS Donald Trump umumkan tarif otomotif baru.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) siang. Gempa ini menyebabkan sebuah gedung yang masih tahap pembangunan di Thailand ambruk. Tak cuma di Bangkok, gempa berpusat di Mandalay Myanmar juga terasa di sejumlah wilayah di Thailand hingga China.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar