Feb 15th 2025, 18:09, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah. Foto: dok. Unsplash/Brooks Leibee
Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu karya sastra termasyhur di Indonesia. Dalam puisi ini terdapat pesan khusus yang ingin disampaikan penyair pada pendengarnya.
Puisi sendiri dikenal sebagai salah satu media yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan penyair. Itulah mengapa puisi sering menggunakan kata-kata yang indah.
Isi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono
Ilustrasi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah. Foto: dok. Unsplash/Redd Francisco
Mengutip dari dalam buku berjudul Seni Mengenal Puisi, Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020: 9) puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair.
Puisi juga dapat dikatakan sebagai bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keesahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan ataupun nasehat seseorang. Puisi ini umumnya disusun atas bahasa yang indah dan padat makna.
Ada berbagai penyair yang cukup terkenal, salah satunya Sapardi Djoko Damono. Seorang Sapardi Djoko Damono ini menulis berbagai macam puisi populer, salah satunya adalah Puisi Doa Para Pelaut.
Untuk mengetahui isinya, berikut ini adalah puisi Doa Para Pelaut yang Tabah.
Doa Para Pelaut yang Tabah
Karya: Sapardi Djoko Damono
kami telah berjanji kepada Sejarah
untuk pantang menyerah.
bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,
dengan perahu yang semakin mengeras
oleh air laut.
selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya, Tuhan,
yang tetap mengayuh entah sejak kapan;
barangkali akan segera memutih rambut kami ini,
satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,
tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung
serta kemudi
menggantikan kami
kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta
majapahit
mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,
sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah
untuk menundukkan lautan.
laut yang diam adalah sahabat kami,
dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan
adalah alasan yang paling baik
untuk menguji kesetiaan dan bakti kami
padaMu.
barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,
yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia
segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan
perjalanan yang belum selesai ini.
biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya, Tuhan,
untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas
di lautan.
Puisi berjudul Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono ini merupakan wujud penghormatan terhadap rasa semangat para pelaut dan ketekunannya dalam mengarungi lautan untuk menghidupi keluarganya. Puisi ini memiliki diksi khusus sehingga pesan dapat sampai dengan tepat bagi pembacanya.
Itu dia puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono lengkap dengan analisis singkatnya. Isi puisi ini dapat menambah wawasan tentang puisi dari penyair populer di Indonesia. (DAP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar